Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus First Travel

Kapolri: Kasus Penipuan First Travel Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Menurutnya, kasus tidak lama lagi, tiga tersangka yang sudah ditetapkan yakni Andika Surachman

Kapolri: Kasus Penipuan First Travel Segera Dilimpahkan ke Pengadilan
ISTIMEWA
Tiga bos first travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Kiki Hasibuan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya tengah melakukan pemberkasan terkait kasus penipuan PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel).

Menurutnya, kasus tidak lama lagi, tiga tersangka yang sudah ditetapkan yakni Andika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan atau Anniesa Hasibuan, dan Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan, segera menjalani persidangan.

"Ini ada tiga tersangka yang sudah kita amankan, prosesnya sedang diberkas. Tidak lama lagi juga akan kita limpahkan ke pengadilan," kata Tito dalam rapat kerja Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/10/2017).

Tito menjelaskan kasus ini tak hanya ditangani oleh Polri saja, tetapi juga dibantu oleh Kementerian Koordinator Polhukam.

"Dengan penyelesaiannya sudah dilakukan rapat lintas sektoral di Menkopolhukam untuk bagaimana menangani terutama jemaahnya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Andika merupakan pelaku utama penipuan, penggelapan dan pencucian uang dalam kasus ini.

Baca: Cerita Tukang Jahit Sempat Buat Baju Kekecilan untuk Anies

Sementara Anniesa dan adiknya, Kiki berperan ikut membantu tindak pidana yang dilakukan Andika.

Penyidik memperkirakan total jumlah peserta yang mendaftar paket promo umrah yang ditawarkan First Travel sejak Desember 2016 hingga Mei 2017 sebanyak 72.682 orang.

Dalam kurun waktu tersebut, jumlah peserta yang sudah diberangkatkan 14 ribu orang.

Jumlah yang belum berangkat sebanyak 58.682 ribu orang.

Sementara perkiraan jumlah kerugian yang diderita jamaah atas kasus ini sebesar Rp848,7 miliar yang terdiri atas biaya setor paket promo umrah dengan total Rp839 miliar dan biaya carter pesawat dengan total Rp9,5 miliar.

Sementara tersangka Andika Surachman juga tercatat memiliki utang kepada penyedia tiket sebesar Rp85 miliar, utang kepada penyedia visa Rp9,7 miliar, dan utang kepada sejumlah hotel di Arab Saudi sebesar Rp24 miliar.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas