Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Isu SARA

Kasus Ujaran Kebencian, Politikus Gerindra Khawatir Polri Jadi Alat Kekuasaan

Dasco mengatakan, bahwa saat menangkap Asma Dewi, ada anggota Polri yang menanyakan hubungan Asma Dewi dengan Partai Gerindra

Kasus Ujaran Kebencian, Politikus Gerindra Khawatir Polri Jadi Alat Kekuasaan
Facebook Asma Dewi Ali Hasjim
Asma Dewi Ali Hasjim, tersangka terkait ujaran kebencian yang diduga masih terhubung dengan kelompok penyebar kebecian Saracen dan merupakan bendahara Tamasya Al Maidah pada masa Pilkada DKI Jakarta lalu, saat bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengaku khawatir, kasus ujaran kebencian yang ditangani Polri justru dijadikan alat pengendali kekuasaan.

Utamanya kasus ujaran kebencian dengan tersangka Asma Dewi, yang mengunggah konten ujaran kebencian dan penghinaan agama dan ras tertentu.

"Kami menyoroti kasus ujaran kebencian yang terjadi beberapa waktu lalu. Pertama kinerja polri menangani kami khawatir ada gejala polri mengarah menjadi alat kekuasaan," kata Dasco dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, di Gedung DPR Senayan, Kamis (12/10/2017).

Dasco mengatakan, bahwa saat menangkap Asma Dewi, ada anggota Polri yang menanyakan hubungan Asma Dewi dengan Partai Gerindra dan juga Prabowo Subianto.

"Dalam kasus Asma Dewi kami mendapat info bahwa pada saat ditangkap beliau ditanya apakah anggota Gerindra kemudian ditanya juga apakah beliau menerima dana dari yayasan Pak Hashim Djojohadikusumo," kata Dasco.

"Nah yang kami tanyakan atas dasar apa penyidik Polri menanyakan hal tersebut dan mengapa sangat tendensi kepada kami Partai Gerindra dan keluarga Pak Prabowo dengan tuduhan membabi buta seperti itu pak Kapolri? Apakah karena kami partai di luar pemerintah? Itu perlu dijawab," katanya.

Baca: Tak Ada Ketua Umum Partai Ajukan Syarat Khusus Untuk Khofifah

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI ini menyayangkan adanya tuduhan-tuduhan dari para penyidik Polri terhadap Partai Gerindra. Terutama dalam dugaan Asma terlibat dalam kepentingan Pilpres 2019.

"Penyidikan sampaikan ke media soal Asma Dewi yang jadi anggota WA (Whatsapp) grup gerakan merah putih, lalu menyatakan tak menutup kemungkinan tersangka memiliki peran penting dari rentetan kebencian yang dipersiapkan untuk Pilpres 2019. Hal ini kami sayangkan karena anggota Polri memberi umpan media berspekulasi dan menuduh tanpa dasar sama sekali," katanya.

Diberitakan sebelumnya kasus Asma Dewi ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas