Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Suap Wali Kota Cilegon

Penahanan Wali Kota Cilegon Diperpanjang 40 hari

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Rabu (11/10/2017) memperpanjang penahanan pada Wali Kota Cilegon, Iman Ariyadi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Rabu (11/10/2017) memperpanjang penahanan pada Wali Kota Cilegon, Iman Ariyadi.

Penahanan ini dilakukan atas status Iman Ariyadi yang menerima suap Rp 1,5 miliar di kasus suap pemulusan perizinan pembangunan Transmart di Kota Cilegon.

Iman Ariyadi yang menggunakan kemeja putih lengan pendek, berbalut rompi tahanan membenarkan penahanan dirinya diperpanjang.

Baca: Dikabarkan Vatikan Selidiki Skandal Penggelapan Dana Gereja oleh Uskup di Flores

Baca: Proses Seleksi Lelang Jabatan Dirjen Hubla Dinilai Lebih Objektif dan Transparan

"Iya diperpanjang, 40 hari," ucap Iman Ariyadi sambil menunjukkan amplop cokelat perihal perpanjangan penahanan.

Selain Iman Ariyadi, penahanan pada tiga tersangka lainnya juga diperpanjang 40 hari yakni Project Manager PT Brantas Abipraya Bayu Dwinanto Utomo, Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon, Ahmad Dita Prawira, dan wiraswasta, Hendry.

"Perpanjangan pada para tersangka dilakukan selama 40 hari kedepan mulai 13 Oktober-21 November 2017," tambah Febri.

Diberitakan sebelumnya, tim KPK menangkap sembilan orang dalam OTT di Cilegon, Banten, pada Jumat (22/8/2017) sore.

Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi dan seorang swasta, Hendry, sendiri datang ke kantor KPK pada Sabtu siang dan langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas