Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Perombakan Pengurus Golkar Dinilai Sebagai Upaya Penguatan Posisi Setya Novanto

"Lebih upaya penguatan posisi Setya Novanto di Partai Golkar dan pengamanan citra Setya Novanto di masyarakat,"

Perombakan Pengurus Golkar Dinilai Sebagai Upaya Penguatan Posisi Setya Novanto
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Setya Novanto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perubahan kepengurusan di tubuh Partai Golkar dinilai sebagai upaya penguatan posisi Setya Novanto dalam tubuh Partai berlambang Pohon Beringin tersebut.

"Lebih upaya penguatan posisi Setya Novanto di Partai Golkar dan pengamanan citra Setya Novanto di masyarakat daripada usaha memperbaiki Partai Golkar secara keseluruhan," kata Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, kepada Tribunnews.com, Jumat (13/10/2017).

Baca: Setya Novanto Serahkan Bantuan untuk Pengungsi Gunung Agung

Setya Novanto menurutnya memiliki hak untuk merombak kepengerusan partai Golkar..

Tetapi, dengan perombakan tersebut sulit untuk mendongkrak elektabilitas Partai Golkar dalam Pemilu 2019.

"Akan sulit nampaknya elektabilitas Golkar terangkat hanya dengan penggantian kepengurusan ini," jelasnya.

Baca: Pengamat: Sangat Berani Setya Novanto Rombak Kepengurusan Golkar

Menurutnya, Yorrys Raweyai dan Ahmad Doli Kurnia sebetulnya tepat berada dalam kepengurusan Golkar.

Alasannya kedua orang tersebut dinilainya mampu membuat dinamika parpol sekelas Golkar lebih dewasa.

Meskipun Yorrys dan Dolly didepak dari kepengurusan Partai Golkar, ia yakin keduanya tidak akan meninggalkan Golkar.

Baca: Setya Novanto Kembali Menjadi Ketua Umum Partai Golkar

"Setahu saya mereka kader loyal, mungkin tunggu masa Setya Novanto di Golkar selesai mereka bisa masuk lagi," jelasnya.

Menurut dia, Golkar berbeda dengan Partai Demokrat, PDIP, atau Gerindra yang harus menurut terhadap tokoh sentralnya.

"Golkar gak punya tokoh sentral, semua sama, cuma kebetulan ada yang bertugas jadi ketua dan ada yang jadi anggota biasa," katanya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas