Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tidak Keder Dijerat Tindah Pidana Pencucian Uang, Bupati Rita Janji Buktikan Asal Usul Hartanya

"KPK harus dipembuktian terbalik. Saya siap membuktikan," kata Rita usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jumat (13/10/2017).

Tidak Keder Dijerat Tindah Pidana Pencucian Uang, Bupati Rita Janji Buktikan Asal Usul Hartanya
TRIBUNNEWS/THEERESIA FELISIANI
Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jumat (13/10/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensinyalkan akan menjerat ‎Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Saat dikonfirmasi ke Rita, kader Partai Golkar ini‎ mengaku sama sekali tidak takut. Bahkan Rita menyatakan siap membuktikan asal-usul kepemilikan hartanya.

"KPK harus dipembuktian terbalik. Saya siap membuktikan," kata Rita saat ditemui usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jumat (13/10/2017).

Rita menjelaskan dirinya sama sekali ‎tidak pernah menerima uang hasil korupsi yang kemudian disamarkan dengan membeli barang tertentu. Menurut Rita, dirinya hanya memiliki satu unit mobil merek Toyota Alphard.

Sementara empat mobil lain yang disita KPK yakni Hummer type H3, Toyota Vellfire, Ford Everest, dan Land Cruiser, ditegaskan Rita itu bukan atas nama dirinya.

"TPPU juga kan ada syaratnya. Kalau uangnya memang hasil korupsi, terus saya beli pakai namamu, satu saja kan mobil saya Alphard itu," singkatnya.

Rita Widyasari ditetapkan sebagai tersangka di dua kasus berbeda yakni menerima gratifikasi terkait dengan jabatannya dan menerima suap.

Dalam perkara gratifikasi, Rita bersama-sama Khairudin ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajibannya yaitu uang sebesar USD 775 ribu atau setara Rp 6,975 miliar.

Rita Widyasari
Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jumat (13/10/2017).

Penerimaan itu berkaitan dengan sejumlah proyek di Kutai Kartanegara selama masa jabatan tersangka.

Sementara dalam kasus suap, Rita diduga menerima suap dari Hery Susanto Gun selaku Dirut PT Sawit Golden Prima senilai Rp 6 miliar sekitar bulan Juli dan Agustus 2010.

Baca: Dilelang KPK, Kediaman Mantan Presiden PKS Terjual Nyaris Rp 3 miliar

Baca: Jenita Janet Ngarep Banget Diundang di Kawinan Anak Jokowi

Baca: Mulai 2019 Sertifikasi Halal Dipegang Kemenag, Tidak Lagi di MUI

Uang itu diduga untuk memuluskan perizinan lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan sawit di Desa Kupang Baru Kecamatan Muara Kaman kepada PT Sawit Golden Prima. Dalam kasus itu, KPK juga menetapkan Hery sebagai tersangka.

Kini, Rita ditahan di Rutan Klas I Cipinang cabang KPK di Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada Kavlin 4. Sementara Khairudin ditahan di Rutan Pomdan Jaya Guntur.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas