Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

KPK Tidak Takut Jika Setya Novanto Ajukan Praperadilan Lagi

Febri mengatakan KPK saat ini hanya akan fokus pada penanganan kasus korupsi e-KTP.

KPK Tidak Takut Jika Setya Novanto Ajukan Praperadilan Lagi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang bersama juru bicara KPK Febri Diansyah menggelar jumpa pers di kantor KPK, Jakarta, Jumat (10/11/2017). KPK kembali menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi KTP elektronik. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak pernah takut jika Setya Novanto mengajukan pra pradilan kembali dalam status tersangka korupsi e-KTP.

Demikian dikatakan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Pasalnya, tegas Febri, KPK saat ini telah memiliki bukti permulaan yang kuat untuk menjerat kembali Ketua DPR Ri tersebut sebagai tersangka kasus e-KTP.

"Kalaupun (Setya Novanto) mengajukan preperadilan, tentu KPK juga tidak akan melarang hal itu," kata Febri Diansyah, usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk lawan korupsi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017) malam.

Baca: Kuasa Hukum Novanto Anggap KPK Telah Menghina Pengadilan

Febri mengatakan KPK saat ini hanya akan fokus pada penanganan kasus korupsi e-KTP.

Tentunya, memaksimalkan pembuktian-pembuktian yang dimiliki KPK.

"Kami fokus saja pada proses penanganan perkara saat ini. Nanti kami akan maksimalkan proses pembuktiannya dan kami cukup yakin dengan bukti-bukti yang ada," jelas Febri.

Selain itu, kata Febri, kali ini KPK menemukan bukti-bukti baru terkait keterlibatan Setya Novanto di kasus yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Baca: Curhat Novanto: Mengapa Saya Diperlakukan Seperti Ini, Saya Bukan Penjahat

Untuk itu, ia menegaskana bahwa kasus ini memiliki konstruksi hukum yang kuat.

"Ada bukti baru. Penanganan kasus ini tidak dapat dipisahkan dari konstruksi besar kasus KTP elektronik lainnya. Sehingga, beberapa fakta-fakta yang sudah muncul sebelumnya itu kami tetap masih dapat digunakan dalam seluruh perkara KTP elektronik," papar Febri.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas