Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Gencarnya Perlawanan Fredrich Yunadi Bela Setya Novanto Dikhawatirkan Timbulkan Spekulasi Ini

Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) menyampaikan kekhawatirannya atas sikap dari Fredrich Yunadi (FY), kuasa hukum Setya Novanto.

Gencarnya Perlawanan Fredrich Yunadi  Bela Setya Novanto Dikhawatirkan Timbulkan Spekulasi Ini
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) menyampaikan kekhawatirannya atas sikap dari Fredrich Yunadi (FY), kuasa hukum Setya Novanto.

Ketua GMPG, Ahmad Doli Kurnia, mengungkap gencarnya perlawanan yang dilakukan Fredrich dapat menimbulkan spekulasi 'tak sedap' di masyarakat.

Baca: Mayat Laki-laki Terbungkus Karung Ditemukan di Terminal Kampung Rambutan

"Saya khawatir, keberanian dan semakin offensifnya FY itu bisa saja berkembang memunculkan spekulasi dugaan keterlibatan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dalam mendukung dan melindungi Setnov," ujar Doli melalui pesan singkat, Selasa (14/11/2017).

Kekhawatiran Doli berasal dari fakta bahwa FY sebelumnya juga merupakan kuasa hukum dari Ketua BIN, Budi Gunawan.

Baca: Lewat Lomba Bulutangkis, KBRI Moskow Promosikan Kopi dan Alat Olahraga Indonesia

Agar tak menimbulkan spekulasi lebih jauh terhadap pria yang kerap disapa BG itu, Doli meminta sudah saatnya Presiden Joko Widodo mengambil sikap.

"Ya, untuk menghentikan semua kegaduhan yang bisa melebar dan menyasar ke semua pihak, baik individu maupun institusi. Maka sudah saatnya Bapak Presiden mengambil sikap dan tindakan yang lebih tegas demi menjaga wibawa negara dan tegaknya supremasi hukum di Indonesia," tegasnya.

Baca: Aliansi Mahasiswa Papua Inginkan Papua Bisa Tentukan Nasib Sendiri

Kemudian bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), GMPG juga memberi saran agar tak lagi ragu-ragu apabila memang besok Ketua DPR RI itu tak mau hadir seperti yang disampaikannya hari ini.

"Setelah besok, segera jemput paksa dan tahan Setnov. Karena langkah itu juga dapat ikut meredakan kegaduhan, karena 'sumber gaduh'-nya tidak lagi berkeliaran dan bisa melakukan manuver," katanya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas