Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Sudirman Said: Tanpa Integritas Pemimpin Bukan Apa-apa

Pencapaian tertinggi seorang pemimpin, menurut Sudirman, adalah ketika berhasil menghela perubahan ke arah yang lebih baik.

Sudirman Said: Tanpa Integritas Pemimpin Bukan Apa-apa
youtube
Sudirman Said 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said mengatakan, pemimpin bisa diibaratkan seperti pabrik, bukan gudang. Pabrik menghasilkan sesuatu, memberi nilai tambah pada benda dan barang. Sementara gudang fungsinya hanya menyimpan, tidak mengubahnya.

"Balok masuk pabrik keluar jadi meja, kursi, dan barang-barang lain. Sementara balok masuk gudang keluar tetap sebagai balok," kata Sudirman Said dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/11/2017).‎

Pencapaian tertinggi seorang pemimpin, menurut Sudirman, adalah ketika berhasil menghela perubahan ke arah yang lebih baik. Memberikan nilai tambah yang bermanfaat bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Sudirman menjelaskan, para pemimpin zaman dahulu ketika berpolitik diniatkan untuk memberi. Berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

"Kalau sekarang berpolitik untuk berebut. Berebut kekuasaan bukan untuk kepentingan masyarakat banyak, tetapi untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya,. Padahal politisi sekarang sudah difasilitasi, sudah dicukupi. Tapi masih saja cari-cari celah untuk memperkaya diri," ujar Sudirman.

Dalam pandangan Sudirman, pemimpin itu soal perilaku. Bukan karena jabatan atau kedudukan lantas disebut pemimpin. "Kalau karena jabatan dan kedudukan itu namanya pimpinan, bukan pemimpin," ucapnya.‎

Sudirman menuturkan, perilaku pemimpin yang utama dimiliki adalah integritas. Seorang pemimpin harus memiliki integritas yang tinggi.

"Tanpa integritas pemimpin itu bukan apa-apa, nothing," tuturnya.‎

Masih kata Sudirman, selain integritas, pemimpin harus memiliki kompetensi. Memiliki kemampuan, keahlian, dan pemahaman terhadap organisasi dan kerja.

"Dengan kompetensi, seorang pemimpin dapat mengambil keputusan dengan benar," imbuhnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas