Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Tak Mungkin Presiden dan Wapres Minta KPK Jadikan Setnov Jadi Tersangka

Mantan Pansel KPK ini menegaskan, sangat tidak pantas apa yang disampaikan Fahri.

Tak Mungkin Presiden dan Wapres Minta KPK Jadikan Setnov Jadi Tersangka
Kompas.com/abba gabrilin
Yenti Garnasih 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harusnya sebagai pimpinan DPR Fahri Hamzah bersikap lebih hati-hati dan tidak memperkeruh suasana dengan menyampaikan ke publik penetapan status tersangka kepada Setya Novanto merupakan permintaan dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Demikian menurut pakar Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Yenti Garnasih, kepada Tribunnews.com, Selasa (14/11/2017).

Mantan Pansel KPK ini menegaskan, sangat tidak pantas apa yang disampaikan Fahri.

Apalagi sangat tidak mungkin Presiden Jokowi dan Wapres JK mengintervensi hukum untuk memesan agar KPK menetapkan Novanto sebagai tersangka.

"Sangat tidak mungkin Presiden dan Wapres mengintervensi hukum untuk meminta KPK menetapkan seseorang sebagai tersangka," kata Yenti kepada Tribunnews.com, Selasa (14/11/2017).

Apalagi tegas dia, tudingan itu tidak bisa dipertanggungjawabkan karena menyebut informasi dari seseorang yang tidak diketahui siapa sebenarnya orang itu.

Baca: Zaskia Gotik Diduga Promosikan Situs Judi, Ini Kata Polisi

"Bagaimana mungkin info yang tidak dan belum terkonfirmasi dan mengandung fitnah, disampaikan ke publik . Harusnya sebagai pimpinan DPR Fahri bersikap lebih hati-hati dan tidak memperkeruh suasana," ujarnya.

Pimpinan KPK pun menepis tudingan pesanan Presiden Jokowi dan JK serta yang menyebut kredibilitasnya dipertaruhkan jika tidak berhasil menjebloskan Novanto ke penjara.

"Nggak adalah, masa Presiden menitipkan ke KPK. Kan tidak bisa seperti itu," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif usai Seminar Pendidikan Antikorupsi dalam Perspektif Agama Islam, Senin (13/11/2017).

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas