Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Insiden Mapolres Dharmasraya Dibakar, NU Minta Pemerintah Serius Soal Gerakan Anti Terorisme

Menurutnya, aksi pembakaran markas kepolisian itu, merupakan cerminan bahwa Indonesia sudah dalam keadaan darurat terorisme.

Insiden Mapolres Dharmasraya Dibakar, NU Minta Pemerintah Serius Soal Gerakan Anti Terorisme
youtube
Markas Polres Dharmasraya 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat, dibakar oleh dua pemuda yang diduga menjadi Jaringan Ansharut Daulah (JAD).

Menanggapi hal tersebut, intelektual muda NU, Ubaidillah Amin Moch meminta pemerintah lebih serius melakukan gerakan kontra terorisme.

Baca: Politikus PDIP: Vonis Pemanipulasi dan Rekayasa Ujaran Kebencian Ringan-ringan Saja

Menurutnya, aksi pembakaran markas kepolisian itu, merupakan cerminan bahwa Indonesia sudah dalam keadaan darurat terorisme.

Gus Ubaidillah sapaan akrabnya melihat tantangan terorisme di Indonesia semakin berbahaya.

Hal ini melihat pelaku secara terang-terangan menyerang markas aparat keamanan dengan senjata panah api yang meludeskan markas kepolisian.

Untuk itu katanya, pemerintah perlu menyadari kondisi darurat teroris ini. Polri dengan Densus 88, perlu bersinergi dengan lembaga negara lainnya seperti TNI, Kementerian Ristek Dikti, BNPT, Kemenag serta lembaga lainnya.

"Ini sudah darurat, enggak bisa diatasi hanya dengan menggunakan badan densus Polri, perlu seluruh komponen negara menyikapi ini semua," kata Ubaidillah lewat pesan singkat kepada wartawan, Rabu (15/11/2017).

Lebih lanjut, Ubaidillah menilai, dugaan keterlibatan seorang pelaku yang merupakan anak seorang perwira polisi, harus dijawab secara serius.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas