Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Novanto Mangkir, NasDem: Pemimpin Harus memberi Contoh yang Baik

Sejumlah alasan disampaikan Novanto melalu kuasa hukumnya untuk tidak hadir dalam pemanggilan KPK

Novanto Mangkir, NasDem: Pemimpin Harus memberi Contoh yang Baik
henry lopulalan/stf
TOPPING OFF GEDUNG BARU GOLKAR - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (kedua kanan) menekan tombol bersama Sekjen Idrus Marham (tengah), Bendahara Umum Robert J. Kardinal, Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie (kedua kiri) dan Anggota Dewan Kehormatan MS Hidayatt "Topping Off" gedung baru Partai Golkar di DPP Partai Golkar di Jakarta, Minggu (12/11). Gedung baru Golkar bernama Gedung Panca Bakti itu untuk menampung seluruh pengurus Partai Golkar baik organisasi internal DPP maupun organisasi sayap Partai Golkar. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Setya Novanto kembali tidak hadir dalam pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik.

Sejumlah alasan disampaikan Novanto melalu kuasa hukumnya untuk tidak hadir dalam pemanggilan KPK, salah satunya mengenai perlunya Izin presiden.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate mengatakan bahwa semua orang sama dimata hukum. Sehingga semuanya harus menghormati hukum yang berlaku.

"Tapi hak hak hukum juga harus dilindungi jangan sampai demi hukum melanggar hukum tidak boleh itu‎," katanya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (15/11/2017).

Baca: Pengamat: Ridwan Kamil Tersandera Golkar Saat Ini

Dalam kasus Novanto tersebut sebaiknya terapkan hukum sebaik-baiknya. Indonesia merupakan negara demokrasi yang menjadikan hukum sebagai panglima.

"Indonesia demokrasi sedang berkembang maka, harus dimulai dari pimpinan, politisi, pimpinan-pimpinan lembaga harus menjadi yang terdepan sebagai contoh yang baik bagi bangsa dan negara‎‎," ujarnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas