Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Impian Khofifah Ingin Kemensos Jadi 'Center of Excellence'

Inspirasi layanan ini merupakan impiannya sejak 19 tahun lalu. Tepatnya saat ia berkunjung ke China pada tahun 1998 dan 2001 u

Impian Khofifah Ingin Kemensos Jadi 'Center of Excellence'
youtube
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan impian dan obsesinya terhadap Kementerian Sosial yakni agar kelak memiliki Center of Excellence dalam tiga layanan utama yakni Pusat Unggulan Penanganan Fakir Miskin, Pusat Penelitian, Pengembangan dan Pelayanan Terpadu Anak dan Pusat Pelayanan serta Pusat Unggulan Layanan Dukungan Psikososial.

"Ini adalah impian besar kami agar Kementerian Sosial dapat terus menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa," katanya saat menyampaikan pidato arahan pada Pembukaan Badiklit Pensos Expose di Gedung Aneka Bhakti (GAB), Kementerian Sosial RI, Jakarta, Kamis(7/12/2017).

Mensos menjelaskan berdirinya PPPAT merupakan upaya untuk merespon tingginya kekerasan terhadap anak, anak terlantar, anak jalanan, anak korban perdagangan orang dan sebagainya.

"PPPAT nantinya berlokasi di Yogyakarta. Pendirian balai ini mentransformasikan Pusat Penelitian Pengembangan dan Pelayanan dan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta menjadi Pusat Penelitian, Pengembangan dan Pelayanan Anak Terpadu yang memberikan layanan secara holistik dan terintegrasi," papar Khofifah.

Penelitian ini, lanjut Mensos, bersifat longitudinal. Ia mencontohkan saat anak datang untuk pertama kali akan dilakukan prakondisi anak.

Kemudian dari hasil prakondisi dilakukan pengembangan diri anak dengan memberikan berbagai keterampilan, vocational training hingga olahraga sesuai kapasitas anak.

"Di PPPAT ini juga diberikan layanan psikososial anak. Kondisi setiap anak akan terus dipantau hingga yang bersangkutan sembuh atau semakin menunjukkan perkembangan yang baik. Itu semua dilakukan secara terpadu," tutur Mensos.

Kehadiran Tim LDP sesaat setelah terjadinya bencana sangat penting mengingat kondisi Indonesia yang rawan bencana. Mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 323 kabupaten dan kota di Indonesia yang rawan bencana.

"Bencana juga berpotensi membuat korban bencana berpotensi menjadi miskin. Ini akan menimbulkan dampak psikologis mendalam bila tidak ditangani secara tepat. Pada masa inilah layanan dukungan psikososial amat diperlukan. Untuk mencegah trauma akibat bencana juga diperukan terapi," tuturnya.

Mensos mengatakan perubahan psikologis dan kondisi lingkungan sesaat terjadinya bencana harus diantisipasi.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas