Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilot yang Tertangkap Narkoba Dikenal Baik dan Sayang Istri

Kata Dalimun, salah seorang petugas kepolisian tersebut diminta oleh kepolisian Kupang untuk menghubungkannya dengan PP.

Pilot yang Tertangkap Narkoba Dikenal Baik dan Sayang Istri
istimewa
Pilot Lion Air, MS saat ditangkap anggota Satnarkoba Polres Kupang Kota di Hotel T-More Kupang, Senin (4/12/2017) malam. 

Warga tersebut tak banyak bicara. Keduanya tampak terganggu dengan kehadiran wartawan dan segera pergi dari sebuah warung yang berada di seberang sebelah kiri rumah MS.

Namun seorang lelaki paruh baya yang merupakan warga sekitar mengungkapkan bahwa warga sudah tahu bahwa Ketua RT.005/009 itu telah tertangkap di Kupang karena penyalahgunaan narkotika.

Warga tersebut juga menceritakan bahwa pada saat penangkapan MS, banyak wartawan datang ke rumah MS. Ia sendiri mengetahui kabar penangkapan tersebut dari siaran televisi.

Ia menceritakan bahwa warga terkejut atas penangkapan tersebut karena MS dikenal ramah dan dermawan.

"Udah, kemarin banyak wartawan di sini. Yo kaget, baik soalnya orangnya," ungkap warga tersebut tenang.

Seorang pemuda mengungkapkan bahwa pada saat kejadian, warga sempat menonton bareng di warung belakang rumah MS. Menurutnya, setelah kejadian disekitar rumah tersebut tampak sepi.

"Kayaknya sepi-sepi bae ya abis kejadian, biasanya mah rame (warga)," ungkap warga tersebut.

Menurut warga tersebut, rumah itu ditempati oleh keluarga MS. MS diketahui memiliki dua orang anak. Keduanya masih berusia sekolah. Anak pertamanya tengah duduk di bangku SMA dan anak keduanya di bangku SD. Selain keluarga, MS memiliki tiga orang asisten rumah tangga. Seorang di antaranya dipekerjakan sebagai pengasuh anjing peliharaan MS.

"Anjingnya gede-gede, tiap pagi pasti diajak jalan-jalan. Ngajak jalan-jalan anjing kan lama, bisa sejam paling nggak," ungkap salaj satu warga.

Rumah bertingkat dua tersebut berukuran sekitar seratus puluh meter persegi dengan cat tembok pagar berwarna hijau tosca.

Namun hanya bagian depan saja yang memiliki lantai 2. Rumah tersebut menempati dua kapling tanah yang dikelilingi pagar tembok, besi, dan kayu.

Tinggi tembok pagar tersebut berukuran sekitar satu setengah meter. Pagar besi di depan rumah tertutup rapat. Sementara pagar di sisi kiri belakang rumah terbuat dari kayu bercat hitam dengan tinggi yang sama dan panjang sekitar dua meter.

Pintu pagar yang lebih besar di sampingnya terbuat dari kayu bercat hijau kuning dengan atap genteng tanah liat. Tinggi pintu gerbang belakang tersebut sekitar dua setengah meter.

Di depannya terdapat dua pot tanaman besar berdaun lebar. Sebuah kaca di belakang rumah tersebut tampak pecah.

Di bagian belakang rumah terdapat sepuluh kaca berukuran sekitar satu kali dua meter dengan tanda silang besar dari cat berwarna kuning.

Sebuah mobil sedan hitam terparkir. Terdapat sebuah lampu neon di atas pintu kaca dalam keadaan menyala meski siang hari. Menurut seorang warga, tempat berdinding kaca di belakang rumah tersebut niatnya ingin dijadikan kios air mineral isi ulang.

"Oh itu mau dijadiin tempat air isi ulang," ungkap warga.

Dari luar terdengar suara gonggongan anjing dari pekarangan rumah. Dari luar tampak sebuah tulisan "KETUA RT. 005/009" tertempel di depan pintu rumah. Pintu rumah tersebut tampak terbuat dari kayu berwarna gelap.

Di pekarangan belakang rumah terdapat sebuah pohon mangga berukuran besar dengan daun anggrek yang menempel di dahannya.

Lingkungan belakang rumah MS tampak lebih ramai. Terdapat beberapa kios pedagang makanan di sekitarnya. Sementara di bagian depan rumah hanya terdapat jalan dan sebuah sungai kecil yang membatasi wilayah administrasi Tangerang Selatan dengan Kota Tangerang.

Membetulkan Jalan Rusak

Salah seorang warga menceritakan bahwa MS sempat membetulkan jalan umum yang rusak di sekitar rumahnya lebih dari setahun lalu.

"Itu yang ngeplur (menambal jalan dengan semen) kan dia. Harusnya kan yang punya ruko, tapi karena yang punya ruko pelit, ya dia yang betulin (MS)" ungkap warga tersebut.

Jalan yang dibetulkan dengan semen tersebut memiliki lebar sekitar dua meter dan panjang dua ratus meter. Letaknya berada samping dan depan ruko yang terletak di belakang rumah MS.

Menurut warga, ruko tersebut bukan dimiliki MS, melainkan salah satu warga perumahan Japos Graha Lestari.

Ruko di seberang halaman belakang rumah MS terdiri dari lima buah ruko berdempetan. Ruko tersebut antara lain toko kelontong, laundri kiloan, dan sisanya dalam keadaan tertutup. Terdapat tulisan "Toko ini dikontrakan".

Ketua RW 009 Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Dalimun juga mengatakan bahwa MS dikenal kerap menyumbangkan uangnya untuk kegiatan sosial baik di lingkungan perumahan maupun di aekitar perumahan.

Selain memperbaiki jalan, MS juga sempat menjadi donatur utama dalam pembangunan lapangan bulu tangkis dan musala di kampung yang berbatasan langsung dengan perumahan.

"Yang jelas yang saya tahu, seperti dia mbangun lapangan badminton di seberang, di kampung sebelah dia donatur utamanya. Kalo untuk mushola juga dia sangat baik partisipasinya," ungkap Dalimun di rumahnya yang terletak sekitar 150 meter dari rumah MS.

Menurut Dalimun, karena kedermawanan dan keaktifan MS dan PP di masyarakatlah yang menyebabkan dia dan warga terkejut akan peristiwa penangkapan MS di Kupang.

"Saya sediri terkejut, warga secara umum terkejut. Tapi namanya krang, sebaik-baiknya orang pasti ada juga yang nggak suka," kata Dalimun yang sudah menjabat tiga periode sebagai RW di situ. Dalimun merasa prihatin atas peristiwa tersebut. Di akhir perbincangan Dalimun sempat mempertanyakan kejelasan nasib MS.

"Itu kalo udah kena kasus begitu apa karirnya hancur selama-lamanya ya? Karena kan udah di blow up media di seluiruh Indonesia, kasian," ungkap Dalimun. (Gita Irawan/Tribunnews)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Gita Irawan
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas