Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Fadli Zon Berharap Presiden Jokowi Merespons Surat Minta Perlindungan Diduga dari Novanto

Foto surat diduga dari Ketua DPR Setya Novanto untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang menjadi viral.

Fadli Zon Berharap Presiden Jokowi Merespons Surat Minta Perlindungan Diduga dari Novanto
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua DPR RI Setya Novanto berjalan keluar gedung KPK Jakarta usai menjalani pemeriksaan, Rabu (6/12/2017). Berkas pemeriksaan Setya Novanto dinyatakan lengkap dan siap disidangkan terkait kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

‎TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Foto surat diduga dari Ketua DPR Setya Novanto untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang menjadi viral.

Isi surat itu adalah permintaan Novanto untuk meminta perlindungan Presiden Jokowi dari upaya kriminalisasi yang menjeratnya sehingga menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam surat bertanggal 5 Desember 2017 itu, Novanto menjelaskan kondisinya saat ini.

Dia menduga kasus hukum yang menjeratnya tak terlepas dari keputusannya membawa Golkar untuk mencalonkan Jokowi pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

"Sesungguhnya peristiwa yang menimpa diri saya ini, bermuara pada keputusan dukung mendukung Presiden Republik Indonesia untuk Pemilu 2019. Oleh sebab itu, dapat diyakini bahwa ujung dari peristiwa kriminalisasi ini adalah untuk menggagalkan kepemimpinan Bapak sekarang maupun di masa yang akan datang," demikian tertulis dalam surat itu.

Pada poin lainnya dalam surat itu juga tertulis komitmen Novanto sebagai ketua DPR untuk selalu memberikan dukungan pada program-program pemerintah.

Meski bukan pekerjaan mudah, namun Novanto mengaku bisa melakukannya.

"Di bawah kepemimpinan saya, DPR RI telah berusaha memberikan dukungan pada berbagai program pemerintah, meskipun tidak mudah menyatukan Pimpinan dan Anggota Parlemen. Namun demikian, saya telah berusaha sekuat tenaga sebagaimana komitmen untuk mendukung program pembangunan Bapak, demi kelancaran proses kepemimpinan saat ini dan di masa yang akan datang," tulisnya.

Sejumlah pihak memang meragukan keaslian surat itu. Bahkan, pengacara Novanto pun mengaku tak mengetahui perihal surat tersebut.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas