Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Warga Ciputat Mengaku Digusur Pihak UIN, Fadli Zon Datang Berkunjung

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon pada Jumat (8/12/2017) pagi menyambangi kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Kedatangan Fadli di Ciputat, Tangerang Selat

TRIBUNNEWS.COM, TANGSEL - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon pada Jumat (8/12/2017) pagi menyambangi kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Kedatangan Fadli di Ciputat, Tangerang Selatan, untuk menemui warga Sedap Malam dan Puri Intan.

Kabar kedatangan Fadi ke kawasan Sedap Malam dan Puri Intan pun disambut antusias warga setempat. Warga telah sedari pagi menunggu kedatangan politikus partai Gerindra itu.

Adapun maksud kedatangan Fadli ke kawasan jalan Sedap Malam dan Puri Intan itu untuk melihat lokasi rumah warga yang diduga digusur oleh pihak UIN Jakarta.

Saat Fadli tiba, senyum warga pun terpancar dari wajah mereka masing-masing yang seolah-olah memberikan pesan datangnya harapan untuk masyarakat.

Baca: Jenderal Gatot Sebut Sertijab Digelar Besok Pagi

Warga pun segera menyalami wakil rakyat sesaat setelah turun dari kendaraan dinasnya.

Tak lama setelah bersalam-salaman, Fadli diajak warga untuk melihat secara langsung pemukiman warga Sedap Malam dan Puri Intan yang sudah rata dengan tanah.

Di bawah sinar matahari yang cukup menyengat, Fadli pun memantau secara langsung lahan milik warga yang diklaim pihak UIN dengan berjalan kaki melintasi gang-gang pemukiman.

Sembari berjalan melihat lahan yang sudah rata dengan tanah, Fadli diberikan penjelasan oleh tokoh masyarakat setempat.

Mulai dari cerita awal kepemilikan tanah oleh warga, sampai proses hukum yang dihadapi masyarakat setempat didengar oleh Fadli.

Fadli mengatakan, apa yang dialami oleh warga Sedap Malam dan Puri Intan seperti fenomena gunung es. Menurutnya, laporan seperti itu banyak terjadi di tengah masyarakat.

Baca: Klarifikasi PT Taman Safari Indonesia Terkait Video Viral Duta Taman Safari

"Masalah ini sebetulnya tidak boleh terjadi. Pemerintah tidak boleh berdiam diri dan harus melakukan tindakan," kata Fadli.

Apalagi kata Fadli, saat ini ada semangat pada pemerintah untuk melakukan redistribusi aset. Yang berarti aset-aset yang dikuasai negara didistribusikan oleh negara, terutama untuk persoalan hunian ataupun pengelolaan lahan jadi lahan produktif.

"Saya akan mengawal ini. Saya akan teruskan ke Komisi II, III dan VIII, Komisi delapan menyangkut Kementerian Agama," tandasnya.(*)

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas