Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Papua Merasakan Nikmatnya BBM Satu Harga

Program BBM Satu Harga di Papua sudah berjalan baik. Pemerintah daerah melihat masyarakat setempat sudah menikmati di berbagai titik pengoperasian.

Papua Merasakan Nikmatnya BBM Satu Harga
KOMPAS IMAGES/HADI MAULANA
SPBU satu harga yang baru saja diresmikan di Desa Sepempang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program BBM Satu Harga di Papua sudah berjalan baik. Pemerintah daerah melihat masyarakat setempat sudah menikmati di berbagai titik pengoperasian.

“Progam Pak Jokowi ini sudah bagus dan dijalankan dengan baik oleh Pertamina. Masyarakat sudah menikmati harga yang sama,” kata Firom M. Balinal, Kabag Umum Setda Kabupaten Puncak, di Ilaga, Kamis (21/12/2017).

Dampak harga BBM yang sama ini, menurut Firom sangat dirasakan masyarakat Ilaga. Harga kebutuhan pokok seperti sayur di pasar menjadi lebih terjangkau, anak-anak menjadi lebih semangat dalam belajar di malam hari karena BBM untuk genset lebih murah, dan ekonomi lebih bergairah.

Baca: Ngakak! Driver Ojek Online Modus ke Penumpang, Kirim Foto Lagi Sholat untuk Pencitraan, Padahal Nipu

Kalaupun ada yang harus ditingkatkan, menurut Firom adalah penambahan pasokan. Namun dia menyadari, bahwa penerbangan ke wilayah yang berada pada ketinggian 7.500 kaki memang tidak mudah. BBM harus diangkut dengan pesawat Air Tractor yang hanya berkapasitas 4KL sekali angkut.

“Belum lagi kalau cuaca tidak bagus, risiko sangat tinggi. Apalagi, penerbangan juga melayani rute lain,” kata Firom.

Seperti halnya titik lain di Papua, lembaga penyalur BBM Satu Harga yang dioperasikan Pertamina di Ilaga, memang menjual dengan harga sama. Yaitu Rp6.450 untuk Premium dan Rp5.150 untuk Solar. Kalau pun ada yang menjual lebih tinggi, kata Firom, itu dilakukan di luar lembaga resmi yang dioperasikan BUMN tersebut.

“Pasokan memang harus ditambah. Karena, ada juga masyarakat dari luar Ilaga yang turut membeli,” ujarnya.

Baca: Kado Sang Mama untuk Zaskia Sungkar di Hari Ibu

Terpisah, pengamat ekonomi Universitas Cendana (Uncen) Jayapura Ferdinand Risamasu, menilai positif langkah Pemerintah dan Pertamina yang menjalankan program ini. Hal terpenting, lanjutnya, adalah faktor kelangsungan pasokan BBM itu sendiri.

“Karena sebagai kebutuhan sehari-hari, permintaan BBM sangat tinggi. Apalagi, bukan hanya masyarakat yang membeli namun juga pedagang eceran di luar Pertamina,” kata dia.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas