Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Polemik Yerusalem

Kalah Suara di PBB Soal Yerusalem, MUI Minta Sosialisasi Boikot AS Lebih Masif

Diketahui Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, dalam pemungutan suara itu hanya didukung oleh 9 negara.

Kalah Suara di PBB Soal Yerusalem, MUI Minta Sosialisasi Boikot AS Lebih Masif
News Straits Times
nama negara-negara PBB 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Sa'adi berkomentar mengenai pemungutan suara resolusi pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel di PBB.

Diketahui Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, dalam pemungutan suara itu hanya didukung oleh 9 negara.

Seperti dirilis situs PBB, negara yang ikut mendukung Ibu Kota Israel berada di Yerusalem, adalah Amerika Serikat, Israel, Guatemala, Honduras, Togo, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Kepulauan Marshall.

Baca: Mentari Belum Ditemukan Meski Orangtua Habis Jutaan Rupiah Datangi Belasan Orang Pintar

Sedangkan, 128 negara tidak mendukung Amerika Serikat, 35 negara lain memilih abstain dan 21 negara absen.

Zainut menilai semakin jelas saat ini untukmenyuarakan dan mensosialisasikan pemboikotan pada produk AS dan Israel merata di seluruh Indonesia.

"MUI semakin yakin bahwa gerakan untuk memboikot produk AS dan Israel harus lebih disuarakan dan disosialisasikan agar menjadi gerakan bersama (people power) yang lebih masif dan merata di seluruh Indonesia, syukur-syukur nanti diikuti oleh masyarakat dunia," tutur Zainut di Jakarta, Sabtu (23/12/2017).

Zainut menyayangkan sikap Amerika Serikat sebagai negara yang mengagung-agungkan demokrasi justru anti demokrasi.

Baca: Kisah Kapolsek Cantik Sukses Besarkan Kedua Anaknya Seorang Diri

"Sangat disayangkan negara yang selama ini mendewakan demokrasi ternyata justru paling anti demokrasi. Seharusnya Amerika Serikat tunduk dan menghormati suara mayoritas karena itulah makna yang paling hakiki pada demokrasi," ungkap Zainut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Ferdinand Waskita
  Loading comments...

Berita Terkait :#Polemik Yerusalem

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas