Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Alamak! Paspor Sudah Distempel, Tinggal Naik Pesawat, Mantan Pengacara Setnov Dicekal Imigrasi

Fredrich Yunadi pada 18 Desember 2017 berencana pergi ke Kanada, mengunjungi anaknya yang sedang kuliah di sana.

Alamak! Paspor Sudah Distempel, Tinggal Naik Pesawat, Mantan Pengacara Setnov Dicekal Imigrasi
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Fredrich Yunadi usai menjenguk Setya Novanto di RSCM Kencana, Sabtu (18/11/2017). 

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Yosia Margaretha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Fredrich Yunadi, pengacara yang menjadi mantan kuasa hukum Setya Novanto, dicegah bepergian ke luar negeri oleh pihak Imigrasi, berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pencegahan dilakukan terkait keterangan Fredrich yang masih dibutuhkan oleh KPK dalam perkara yang sedang diselidiki.

Penyelidikan tersebut terkait adanya dugaan tindak pidana mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dengan tersangka Setya Novanto.

Kuasa hukum Fredrich, Sapriyanto Refa, menilai adanya tindakan dari pihak Imigrasi yang sewenang-wenang dalam menetapkan Fredrich dicegah ke luar negeri.

Sapriyanto mengungkapkan, kliennya pada 18 Desember 2017 berencana pergi ke Kanada, mengunjungi anaknya yang sedang kuliah di sana.

"Tanggal 14 Desember, berarti empat hari sebelumnya, Pak Yunadi mendatangi Wakil Direktur Wasdakim (Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian). Dia ingin tanya, nama dia masuk daftar cekal enggak? Karena kan dia pengacara, dia punya intuisi kan? Ujar Sapriyanto ketika dihubungi Wartakotalive, Rabu (10/1/2018).

"Jangan-jangan saya mau ke luar negeri nih, jangan sampai dipermalukan nih. Oleh Wakil Direktur Wasdakim dibukalah, dilihat sistemnya melalui komputer, ternyata nama Pak Fredrich tidak ada dalam daftar cekal," sambungnya.

Sapriyanto menceritakan, ketika Fredrich tiba di bandara dan melakukan proses di Imigrasi, tidak ada pelarangan dan paspornya pun mendapatkan stempel dari pihak Imigrasi.

"Dalam perjalanan menuju ke gate, dia dikejar oleh orang stempel tadi. Dia katakan bapak diminta kembali, karena bapak ternyata masuk dalam daftar cekal. Kan aneh," tutur Sapriyanto.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas