Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilgub Jawa Tengah

Ganjar Pranowo: Follower Saya 1 Juta Lebih

Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengaku tidak khawatir dengan banyaknya kaum milenial yang menjadi pemilih dalam Pilkada Jateng 2018.

Ganjar Pranowo: Follower Saya 1 Juta Lebih
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Petahana Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat ditemui di kantor pusat DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengaku tidak khawatir dengan banyaknya kaum milenial yang menjadi pemilih dalam Pilkada Jateng 2018 mendatang.

Alasan Ganjar tak khawatir adalah karena dirinya juga aktif dalam bermedia sosial dan berkomunikasi kepada masyarakat melalui media sosial.

Dengan follower yang mencapai angka 1 juta lebih, kata Ganjar, itu bukan alasan baginya untuk resah.

Ia pun mengatakan sudah 6-7 tahun ini bermedsos ria.

"Ya kalau Ganjar, ya lumayan lah. Follower saya sejuta lebih sedikit. Lumayan. Lumayan," ujar Ganjar saat ditemui di Kantor Pusat DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018).

Baca: Kata Idrus, Dukungan Golkar kepada Ganjar di Last Minute

Selain itu, Ganjar juga menyebut bahwa pasangannya yakni Taj Yasin atau Gus Yasin adalah kyai muda milenial.

Ia menilai Gus Yasin merupakan pribadi yang easy going dan bisa diajak bercanda.

"Gus Yasin ini Kyai muda, kyai milenial lah. Anaknya easy going, meskipun Gus tapi enak. Sarungan tapi juga tetap bisa bercanda," ungkapnya.

Ia juga menyebut anak dari Mbah Moen itu sebagai orang yang mau diajak masuk dunia digital atau dunia media sosial.

Lebih lanjut, ia menegaskan jika para pendukung itu sudah memiliki selera terhadap calon yang dipilih. Mereka yang sudah punya pilihan ideologis biasanya akan sulit terpisahkan. Maka ia mengaku tak khawatir.

Namun, ada pula massa yang masih cair, dimana belum menentukan pilihan. Ia mengatakan massa tersebut masih berpotensi beralih kemana pun.

"Ya kalau massanya masih cair, potensi swing masih ada. Kemana pun selera mereka. Bisa ke kadernya, partainya, programnya, atau ikatan batinnya," pungkasnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas