Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Penetapan Tersangka Fredrich Yunadi Dalam Waktu 3 Hari Dinilai Sebagai Prestasi KPK

"Ini saya anggap sebagai prestasi KPK, dalam tiga hari sudah bisa menjadikan seseorang menjadi tersangka,"

Penetapan Tersangka Fredrich Yunadi Dalam Waktu 3 Hari Dinilai Sebagai Prestasi KPK
Kompas TV
Sapriyanto Refa 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) Sapriyanto Refa mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka dalam tiga hari.

"Ini saya anggap sebagai prestasi KPK, dalam tiga hari sudah bisa menjadikan seseorang menjadi tersangka," ujar Sapriyanto Refa yang juga pengacara Fredrich kala diwawancarai dalam Kompas Petang, Rabu (10/1/2018).

Baca: Bimanesh Diduga Lakukan Pelanggaran Kode Etik Kedokteran

Dijelaskan dia, berdasarkan surat yang diterimanya dari KPK, bahwa laporan kejadian tersebut terjadi pada 5 Januari dan 8 Januari, mantan Pengacara Setya Novanto itu sudah ditetapkan menjadi tersangka.

"Tanggal 9 Januari sudah diminta datang untuk Jumat (12/1/2018). Ini kan prestasi," ucapnya.

Baca: KPK Masih Telisik Kemungkinan Hilman Terlibat Kasus Menghalangi Penyidikan Terhadap Setya Novanto

Tapi dia berharap, cepatnya KPK menetapkan seseorang menjadi tersangka tidak hanya terjadi pada Fredrich.

Baca: Usulan Dishub DKI Sikapi Pencabutan Pergub Larangan Sepeda Motor Melintas di Jalan MH Thamrin

Terhadap tindak-tindak pidana lainnya juga harusnya KPK melakukannya demikian cepatnya.

Karena menurutnya, kalau tidak ada pendekatan hukum yang benar di balik penersangkaan rekan advokat tersebut, maka ini akan menimbulkan kecurigaan oleh Peradi.

Baca: Golkar Pastikan Pembahasan Nama Ketua DPR Pengganti Setya Novanto Rampung Bulan Ini

"Akan menimbulkan kecurigaan kami, ini ada apa sebenarnya terjadi. Apakah karena kasus ini sedang ramai, terus diramai-ramaikan?" tanyanya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Korupsi KTP Elektronik

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas