Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Fredrich Yunadi Tersangka, KPK Periksa Dokter Michaela 8,5 Jam

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama delapan setengah jam memeriksa ‎‎Michael Chia Cahaya, Dokter Umum Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Fredrich Yunadi Tersangka, KPK Periksa Dokter Michaela 8,5 Jam
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
‎‎Michael Chia Cahaya, Dokter Umum Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Kamis (11/1/2018) usai diperiksa KPK. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama delapan setengah jam memeriksa ‎‎Michael Chia Cahaya, dokter umum Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Kamis (11/1/2018).

Pantauan Tribunnews.com, dr Michaela diperiksa pukul 10.00-18.30 WIB.

Usai pemeriksaan, tidak banyak hal yang bisa digali dari dokter yang menggunakan kemeja kotak-kotak biru karena dia menolak bicara.

Memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi untuk Fredrich Yunadi (FY)‎ di kasus dugaan dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan perkara e-KTP untuk tersangka Setya Novanto‎, sang dokter tampak membawa bukti di tas ransel dan tas selempangnya.

Dikonfirmasi soal pemeriksaan, dr Michaela tetap bungkam dan menolak berkomentar.

Hingga masuk ke dalam taksi yang dipesannya, dr Michaela tidak bergeming.

Baca: Geledah Tiga Lantai Kantor Pengacara Fredrich, Tim KPK Angkut Dua Koper Dokumen

"Terima kasih," ucap dr Michaela sambil menutup pintu taksi lalu meninggalkan KPK.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan dr Michaela diperiksa karena penyidik ingin mendalami bagaimana kronologis peristiwa kecelakaan.

"Kedua tentu kami gali juga misalnya ketika seseorang mengalami kecelakaan kalau benar itu kecelakaam apakah tepat langsung dibawa ke ruang vip, tidak di IGD," papar Febri.

Hal tersebut, lanjut Febri, dikonfirmasi ke saksi karena ‎dari fakta yang ditemukan penyidik, diduga setelah peristiwa yang disebut kecelakaan itu terjadi Setya Novanto tidak dibawa dulu atau tidak dilakukan tindakan medis di IGD. Melainkan langsung dibawa ke ruang rawat inap VIP.

"Apakah itu tepat tentu kami perlu juga melakukan kroscek dan pendalaman temasuk juga soal peristiwanya," tambah Febri.

Diketahui saat kasus masih dalam penyelidikan, ada sekitar 35 saksi dan ahli yang diperiksa hingga akhirnya kasus dinaikkan ke tahap penyidikan dan ditetapkan dua tersangka, Fredrich Yunadi (FY) dan Dokter Bimanesh Sutardjo (BST).‎

Kedua tersangka diduga memanipulasi data medis agar Setya Novanto lolos dari pemeriksaan KPK. Bahkan Fredrich juga disebut memesan satu lantai kamar VIP di RS Medika Permata Hijau sebelum Setya Novanto kecelakaan.

Alhasil mereka dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Berita Terkait :#Korupsi KTP Elektronik

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas