Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Setya Novanto Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator ke KPK, Pengamat: Itu Permintaan Manusiawi

"Tentu dia ingin mendapatkan hukuman yang ringan. Dan itu sangat manusiawi. Tapi itu kan tergantung pertimbangan dan keputusan hakim.

Setya Novanto Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator ke KPK, Pengamat: Itu Permintaan Manusiawi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto, bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Rabu (10/1/2018). Setya Novanto diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi KTP elektronik untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, mengatakan adalah hal manusiawi ketika Setya Novanto mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini lantaran Setya Novanto, kata Ujang, tentu tidak ingin berlama-lama berurusan dengan hukum. Ujang menilai hukuman Setya Novanto bisa mencapai 20 tahun penjara ataupun seumur hidup.

Namun, dengan menjadi JC, kemungkinan hukuman akan menjadi tahunan. Itulah alasan dibalik dirinya mengajukan diri sebagai JC.

"Tentu dia ingin mendapatkan hukuman yang ringan. Dan itu sangat manusiawi. Tapi itu kan tergantung pertimbangan dan keputusan hakim. Hakim yang berhak memutuskan," ujar Ujang, ketika dihubungi Tribunnews.com, Kamis (11/1/2018).

Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta ini juga mengomentari perlindungan diri yang diminta Setya Novanto kepada KPK.

Menurutnya, perlindungan diri itu diminta lantaran potensi dirinya menghadapi bahaya ketika menyebutkan dan menyeret nama-nama lain yang ikut andil di kasus korupsi E-KTP.

"Itu adalah resiko dan bahaya besar. Namun, itu yang harus diungkap. Lebih baik Setya Novanto berani membuka rahasia. Kita tunggu saja kejutan tersebut," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap dengan mantan ketua umum DPP Partai Golkar itu menjadi JC, maka akan terungkap nama lain yang lebih besar.

Baca: Jadi Tersangka di KPK, Mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar Kembali Diperiksa

Baca: Kapolres Jakbar Bantah Kepala Anak Buahnya Dipukul Bandar Narkoba, karena Info Penggerebekan Bocor

Diberitakan sebelumnya, terdakwa korupsi pengadaan KTP elektronik, mantan Ketua DPR RI Setya Novanto meminta perlindungan kepada KPK, sehubungan dengan pengajuan dirinya sebagai saksi pelaku yang berkerja sama atau justice collaborator.

Kuasa hukum Novanto, Firman Wijaya mengatakan bahwa kliennya menjadi justice collaborator bukanlah pilihan yang mudah. Dia bisa menjadi sasaran tembak dan bulan-bulanan.

"Kami juga tentu menyampaikan pada Pak Nov bahwa pilihan menjadi JC bukan pilihan mudah. Karena bisa menjadi sasaran tembak dan bulan-bulanan. Nah ini yang kami minta protection cooperating person itu penting dirumuskan secara jelas. Apa model perlindungan yang bisa diberikan kepada Pak Nov kalau beliau jadi JC," kata Firman Wijaya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana korupsi, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas