Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Terbukti Mengeksploitasi Anak, Ibu Asal Kalimantan Timur Divonis 8 Bulan 15 Hari Penjara

Atas perbuatan itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan pidana 8 bulan penjara.

Terbukti Mengeksploitasi Anak, Ibu Asal Kalimantan Timur Divonis 8 Bulan 15 Hari Penjara
Tribunnews.com/ Glery Lazuardi
Ria Yanti, seorang ibu asal Sangatta, Kalimantan Timur, menjalani sidang pembacaan vonis kasus dugaan eksploitasi anak digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ria Yanti, seorang ibu asal Sangatta, Kalimantan Timur, terbukti mengeksploitasi anak kandungnya berinisial E (4).

Atas perbuatan itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan pidana 8 bulan penjara.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Ibnu Widodo, membacakan putusan di PN Jakarta Pusat, di Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018).

Baca: Gunung Agung Kembali Erupsi, Ini Imbauan dan Penjelasan BNPB

"Menetapkan terdakwa Ria Yanti, terbukti bersalah secara sah melakukan eksploitasi anak dan dijatuhkan hukuman pidana penjara selama 8 bulan 15 hari dan denda sebesar Rp 1 juta atau jika tidak membayar dihukum 15 hari kurungan penjara," tutur Ibnu Widodo di PN Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018).

Dia menjelaskan, Ria terbukti melakukan eksploitasi anak karena memakai dana bantuan yang seharusnya diberikan kepada E secara tidak semestinya.

Majelis hakim berpendapat ada penggunaan uang oleh terdakwa.

Baca: 1.000 Anggota Ormas Islam Akan Berdemonstrasi di Depan Kantor Facebook Besok

Di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjelaskan sejumlah transaksi ke rekening Ria.
Namun Ria dan tim penasehat hukum tidak dapat membuktikan penggunaan uang transaksi tersebut.

Lantas, JPU menuduh, uang dipakai untuk keperluan pribadi Ria.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi

Baca Juga

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas