Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

IPW: Pernyataan La Nyalla Peluang bagi Satgas Anti Politik Uang Polri Ciptakan Pilkada Bersih 

"Kasus La Nyalla harus menjadi pintu masuk bagi Satgas Anti Politik Uang Polri untuk menciptakan Pilkada yang bersih dan berkualitas," ujar Neta

IPW: Pernyataan La Nyalla Peluang bagi Satgas Anti Politik Uang Polri Ciptakan Pilkada Bersih 
Dennis Destryawan/Tribunnews.com
La Nyalla Mahmud Matalitti 

Namun, belenggu uang mahar ini sulit untuk dibuktikan. Padahal itu, kata Neta, menjadi salah satu penyebab berkembangnya politik biaya tinggi dan maraknya korupsi yang melibatkan kepala daerah.

Masih kata Neta, dengan terbentuknya Satgas Anti Politik Uang, isu uang mahar harus diusut dan disapu bersih. Pengakuan La Nyalla diyakini dirinya bisa menjadi momentum bagi Satgas Anti Politik Uang Polri untuk membongkar sinyalemen selama ini tentang uang mahar di balik pilkada.

"Bagaimana pun kasus uang mahar ini merupakan bagian dari politik uang di balik pilkada. Kasus uang mahar inilah yang membuat pilkada menjadi tidak berkualitas," ungkapnya.

Memang untuk sementara ini, dalam kasus La Nyalla maupun kasus Dedi belum ada unsur pidananya, sehingga sulit bagi satgas untuk memprosesnya secara hukum.

Akan tetapi Neta menilai kasus ini sarat dengan urusan etika dan moralitas politik agar ke depan perkara uang mahar dan politik uang bisa diminimalisir. Satgas bisa menggunakan UU Pemilu, KUHP dan ketentuan lain untuk menelusurinya agar kasusnya bisa terkuak.

Untuk itu, satgas perlu mendatangi La Nyalla maupun Dedi untuk menggali kebenaran pengakuan mereka dan mencari tahu siapa saja saksinya serta mencari peluang untuk membongkar kasusnya ke jalur hukum. Meski tidak bisa diproses secara hukum tapi dari penjelasan La Nyalla, Dedi, dan saksi saksi lain, satgas bisa melakukan antisipasi atau bahkan mungkin bisa melakukan OTT di kemudian hari.

"Pengakuan La Nyalla, meski tidak bisa diproses secara hukum tapi telah menjadi pukulan telak bagi Prabowo dan Gerindra. Jika pengakuan La Nyalla tersebut tidak benar tentunya Prabowo bisa melaporkannya ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. Agar semuanya transparan, Prabowo perlu juga mengklarifikasi pengakuan La Nyalla," katanya.

Lebih lanjut, IPW mengapresiasi La Nyalla yang telah membuka kasus ini ke publik, sehingga sinyalemen uang mahar di balik Pilkada 2018 semakin nyata. Tinggal bagaimana nanti satgas membuat strategi agar kasus ini bisa diusut.

"IPW berharap Satgas Anti Politik Uang Polri menjadikan kasus La Nyalla ini sebagai momentum untuk memantau, memburu, dan menciduk para pelaku politik uang di balik Pilkada 2018. Sehingga keberadaan Satgas Anti Politik Uang Polri benar benar nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkas Neta.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas