Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Wabah Difteri

Menkes Prihatin Adanya Gerakan Antivaksin di Indonesia

Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengaku prihatin dengan adanya gerakan antivaksin saat kasus Difteri merebak.

Menkes Prihatin Adanya Gerakan Antivaksin di Indonesia
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek di diskusi Forum Merdeka Barat, Kominfo, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com,Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengaku prihatin dengan adanya gerakan antivaksin saat kasus Difteri merebak.

Meskipun begitu, Nila tidak mempermasalahkan jika ada sekelompok orang yang memiliki pikiran antivaksin.

Ia berharap orang-orang yang antivaksin tidak menyebarkan bahkan memaksakan pikirannya kepada orang lain yang bisa berdampak pada kerugian, seperti meninggal dunia.

Baca: KSAU Baru Akan Ditunjuk Tidak Lama Lagi

"Bagaimana bisa masuk surga orang itu (orang antivaksin), apalagi orang (korban antivaksin) itu mati. Bisa mengadu langsung sama Tuhan," ujar Nila dalam diskusi Forum Merdeka Barat, Kominfo, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2018).

Lebih lanjut, ujar Nila, tak ingin memperpanjang masalah dengan mempidanakan orang-orang antivaksi tersebut.

"Enggak (dipidana) tadi kan sudah diputuskan, yang gak saya. Tapi memang itu (vaksin) hak anak, sebagai orang tua kita harus bijak," ujar Nila.

Baca: 10 Jam Lebih, Dokter Bimanesh Masih Jalani Pemeriksaan di KPK

Saat disinggung, kehalalan vaksin, Menkes berpendapat Kementerian Kesehatan selalu bekerjasama dengan Kementerian Agama, MUI, serta Badan Produksi Jaminan Halal (BPJH) pada agenda vaksin maupun obat-obatan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Wabah Difteri

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas