Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

OTT Wali Kota Batu

Wali Kota Batu Segera Jalani Sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya

"‎Keduanya juga diperiksa sebagai tersangka sekurangnya 5 kali pada kurun September hingga Desember 2017,"

Wali Kota Batu Segera Jalani Sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wali Kota Batu nonaktif Eddy Rumpoko. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (12/1/2018) melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Lingkungan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2017.

Dua tersangka yang dilimpahkan yakni Wali Kota Batu nonaktif, Eddy Rumpoko (ERP) dan Kepala Bagian Unit layanan Pengadaan (UPL) Pemkot Kota Batu, Eddy setiawan (EDS).

Baca: La Nyalla: Saya Tidak Akan Mau Lagi di Gerindra

"Keduanya, ERP dan EDS‎ mulai hari ini dipindahkan penahanannya sehubungan dengan persidangan yang akan dilakukan di PN Tipikor Surabaya," ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Sambil menunggu waktu sidang, lanjut Febri, Eddy Rumpoko akan dititipkan penahanannya di Lapas Klas IIA Sidoarjo.

Sementara Eddy Setiawan dititipkan penahanannya di Lapas Klas 1 Surabaya (Medaeng).

Baca: Berniat Maju di Pilgub Jatim, La Nyalla Mengaku Diminta Uang Rp 40 Miliar Oleh Prabowo

Guna melengkapi berkas kedua tersangka, ‎total ada 47 orang saksi yang telah diperiksa.

Mereka berasal dari unsur swasta, kepala dinas, PNS dan lainnya.

"‎Keduanya juga diperiksa sebagai tersangka sekurangnya 5 kali pada kurun September hingga Desember 2017," tambah Febri.

Baca: Wakil Ketua Umum Gerindra Minta La Nyalla Tak Keluar Dari Gerindra

Diketahui dalam kasus yang diawali dengan OTT ini, KPK menetapkan tiga tersangka yakni Eddy Rumpoko, Eddy Setiawan dan pengusaha filipus Djap.

Filipus Djap sebagai penyuap telah lebih dulu dilimpahkan berkasnya, saat ini sudah menjadi terdakwa menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas