Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Calon Presiden 2019

Cawapres Ideal: Teknokrat, Muda, dan Luar Jawa

Kini yang perlu dicari adalah calon wakil presiden (cawapres) pendamping masing-masing.

Cawapres Ideal: Teknokrat, Muda, dan Luar Jawa
Ist/Tribunnews.com
Suhendra Hadi Kuntono.

Ketiga, lanjut Arbi, cawapres tersebut sebaiknya dari luar Jawa, meskipun tidak mutlak. “Ini bukan soal primordialisme. Ini soal upaya memperluas dukungan suara Jokowi yang berasal dari Jawa,” tandasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Putra-putri Jawa Kelahiran Sumatera, Sulawesi dan Maluku (Puja Kessuma) Suhendra Hadi Kuntono menilai analisis Arbi Sanit tersebut masuk akal, bahkan sesuai fakta di lapangan.

Apalagi, katanya, sudah terbukti wapres dari luar Jawa sukses mendamping Presiden RI, mulai dari Mohammad Hatta (Sumatera Barat, mendampingi Bung Karno), Adam Malik (Sumatera Utara, mendampingi Pak Harto), BJ Habibie (Sulawesi Selatan, mendampingi Pak Harto dan kemudian menjadi Presiden), Hamzah Haz (Kalimantan Barat, mendampingi Megawati Soekarnoputri), dan Jusuf Kalla (Sulawesi Selatan, mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono dan kemudian Jokowi).

“Ini tentu menjadi angin segar bagi tokoh-tokoh dari luar Jawa, termasuk Sumatera,” kata Suhendra.

Cawapres berlatar teknokrat juga dinilai Suhendra sangat cocok, karena masalah krusial yang dihadapi bangsa ini adalah persoalan ekonomi, bukan politik dan keamanan.

“Ekonomi sekarang ini menjadi panglima,” cetus pria low profile kelahiran Medan, Sumut, 50 tahun lalu ini.

Puja Kessuma, lanjut Suhendra, pun merasa tertantang untuk mengajukan kader-kadenya yang memenuhi kriteria cawapres ideal bagi Jokowi pada Pilpres 2019, yakni teknokrat, muda dan dari luar Jawa.

“Kita banyak stok kader yang Insya Allah siap bila rakyat menghendaki untuk diajukan sebagai cawapres. Kalau capres, kita beri kesempatan satu periode lagi kepada Pak Jokowi untuk menuntaskan pekerjaan yang belum beres,” terang mantan Ketua Kelompok Kerja Perancangan Formulasi Peraturan Daerah Nasional 2016 bentukan Kementerian Hukum dan HAM yang merupakan inisiatif Puja Kessuma menyikapi moratorium dari Presiden Jokowi terkait ribuan perda bermasalah.

Ditanya apakah dirinya siap bila diajukan Puja Kessuma sebagai cawapres Jokowi, dengan nada merendah, Suhendra menyatakan, bila rakyat sudah menghendaki, dan negara pun sudah memanggil, siapa pun tak bisa menolak.

“Ingat, vox populi vox Dei (suara rakyat adalah suara Tuhan),” tandas mantan Ketua Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Indonesia-Vietnam ini.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Berita Terkait :#Calon Presiden 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas