Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Drama 'Bakpao Saat Jemput Paksa Novanto dan 'Cerita Martabak' di Balik Penangkapan Fredrich Yunadi

Drama Bakpao sempat bikin geger saat penangkapan Setya Novanto November 2017 lalu. Kini ada kisah martabak di balik penangkapan Fredrich Yunadi.

Drama 'Bakpao Saat Jemput Paksa Novanto dan 'Cerita Martabak' di Balik Penangkapan Fredrich Yunadi
kolase
Setya Novanto dan Fredrich Yunadi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - "Drama bakpao" sempat terjadi saat tim KPK hendak menjemput paksa Ketua DPR Setya Novanto selaku tersangka dari RS Medika Permata Hijau Jakarta pada 16 November 2017.

Saat itu, Fredrich Yunadi yang menjadi kuasa hukum Novanto menyebut kliennya mengalami benjolan sebesar bakpao di dahi kiri akibat kecelakaan mobil hingga membuatnya yak sadarkan diri.

Namun, "drama bakpao" itu akhirnya terungkap setelah tim dokter dari IDI menyatakan Novanto sehat dan bisa dimintai keterangan saat dia dipindahkan ke RSCM Jakarta.

Selain itu, juga terungkap benjolan yang diklaim Fredrich telah "bergeser" ke dahi kanan Novanto, tapi hanya benjolan kecil dengan sesikit luka memar.

Kini, Fredrich ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka lantaran diduga bekerja sama dengan dokter Bimanesh Sutarjo untuk memasukkan ke RS Medika Permata Hijau.

Keduanya diduga bersekongkol memanipulasi data medis Novanto agar orang nomor satu DPR pada saat itu bisa menghindar dari pemeriksaan KPK.

Baca: Menggemaskan! Begini Tingkah Sophia Ecclestone, Putri Miliarder Inggris Bergaya Ala Putri Charlotte

Sejumlah pegiat menggelar aksi unjuk rasa bertema bakpao di depan gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/11/2017). Mereka mendukung KPK untuk mengusut tuntas kasus korupsi KTP Elektronik yang merugikan negara Rp2,3 triliun. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Sejumlah pegiat menggelar aksi unjuk rasa bertema bakpao di depan gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/11/2017). Mereka mendukung KPK untuk mengusut tuntas kasus korupsi KTP Elektronik yang merugikan negara Rp2,3 triliun. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Kedua orang yang berprofesi pengacara dab doktet itu disangkakan kasus dugaan merintangi atau menghalang-halangi penanganan perkara e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

Fredrich tersebut ditangkap oleh tim KPK seusai melakukan pemeriksaan sakit jantungnya di RS Medistra Jakarta Selatan pada Jumat (12/1/2018) malam. Dia ditangkap di sebuah rumah.

Baca: Pagi Datang ke KPK Dorong Kursi Roda, Malamnya Dokter Bimanesh Kenakan Rompi Tahanan

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas