Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Fredrich Yunadi Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, KPK Pertimbangkan Ambil Langkah Lebih Lanjut

KPK mempertimbangkan mengambil tindakan lebih lanjut menyusul dua kali ketidakhadiran mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, dari panggila

Fredrich Yunadi Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, KPK Pertimbangkan Ambil Langkah Lebih Lanjut
TRIBUNNEWS.COM
Penyidik menahan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo. Sang dokter langsung ditahan usai menjalani hampir 14 jam pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus menghalang-halangi penyidikan kasus e-KTP Setya Novanto, di kantor KPK, Jakarta, Jumat (12/1/2018) malam. Sang dokter hanya tersenyum saat dimasukkan ke dalam mobil tahanan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KPK mempertimbangkan mengambil tindakan lebih lanjut menyusul dua kali ketidakhadiran mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, dari panggilan pemeriksaan.

"Belum ada pembicaraan penjadwalan ulang, karena setelah tersangka tidak hadir hari ini, tim akan membicarakan lebih lanjut apa yang akan kami lakukan," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah, kepada wartawan di kantor KPK, Jakarta, Jumat (12/1/2018) petang.

Baca: Ditahan KPK, Dokter RS Permata Hijau Tersenyum Saat Dimasukkan ke Mobil Tahanan

Febri menjelaskan, tim penyidik dan pimpinan KPK melakukan pembahasan terkait ketidakhadiran Fredrich Yunadi.

Ia memastikan, pihaknya akan mengambil tindakan terhadap tersangka Fredrich sesuai peraturan yang ada, Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Apa tindakan yang akan dilakukan terhadap pihak yang tidak datang memenuhi panggilan? Tentu kami akan lakukan tindakan sepanjang sesuai KUHAP," jelasnya.

Menurut Febri, Fredrich telah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK. Yakni, pada saat dia dipanggil pada saat penyelidikan dan pada saat berstatus tersangka untuk proses penyidikan perkaranya pada hari ini.

Baca: Rintangi Penyidikan pada Setya Novanto, Dokter Bimanesh Ditahan KPK

Oleh karena itu, tindakan penjemputan paksa terhadap tersangka yang tidak kooperatif menjadi opsi alternatif yang dibahas oleh tim penyidik dan pimpinan KPK.

"Upaya atau tindakan hukum (jemput paksa) itu adalah alternatifnya yang kami pelajari," tegasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Samuel Febrianto
  Loading comments...

Berita Terkait :#Korupsi KTP Elektronik

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas