Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Jokowi Dinilai Semakin Kuat Jika Berduet dengan Cak Imin di Pilpres 2019, Ini Alasannya

Menurut Hafid, ciri khas kepemimpinan Jokowi adalah model pembangunan yang tidak terpusat di Pulau Jawa.

Jokowi Dinilai Semakin Kuat Jika Berduet dengan Cak Imin di Pilpres 2019, Ini Alasannya
henry lopulalan/stf
RESMIKAN KA BANDARA - Presiden RI Joko Widodo, meresmikan pengoperasian Kereta Bandara Soetta di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (2/1). Waktu tempuh kereta dari Bandara Soekarno-Hatta ke Stasiun Sudirman Baru berdurasi sekitar 54 menit dengan tarif Rp70 ribu. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, kembali mendapat dukungan menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo dalam Pemilu 2019.

Kali ini dukungan disuarakan oleh Relawan Jokowi-Cak Imin Pe Tamang di Gorontalo, Sabtu (13/1/2018).

Koordinator Relawan Jokowi-Cak Imin Pe Tamang, Hafid Bora dalam keterangan pers yang diterima menjelaskan, Jokowi akan semakin kuat jika disandingkan dengan Cak Imin.

Baca: Setiap ke TMP Kalibata, Ketum MKGR Berziarah ke Makam Jenderal Besar TNI Ini

Menurut Hafid, ciri khas kepemimpinan Jokowi adalah model pembangunan yang tidak terpusat di Pulau Jawa.

Tak hanya itu, dirinya menilai Jokowi sangat memperhatikan wilayah di luar Jawa, terutama zona Indonesia timur, mulai Sulawesi, Maluku, NTT, NTB, sampai Papua. Hal ini tidak pernah dicapai oleh pemimpin sebelumnya.

"Model kepemimpinan nasional pro aspirasi rakyat selama ini sangat didambakan seluruh lapisan masyarakat. Jokowi, sejak awal menjadi Presiden telah meletakkan fondasi kepemimpinan menyeluruh yang pro rakyat," kata Hafid.

Baca: 30 Armada Transjakarta Angkut Warga Ikuti Perayaan Natal Pemprov DKI

Hafid mengatakan, model kepemimpinan Jokowi itu, sejalan dengan Cak Imin.

Menurutnya, Muhaimin Iskandar adalah salah satu tokoh yang populis di kalangan Nahdliyin yang berada di bawah payung Nahdlatul Ulama (NU).

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas