Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

ICW Mencatat Fredrich Yunadi Jadi Advokat ke-22 yang Dijerat Dengan UU Tindak Pidana Korupsi

"Hukuman paling tinggi untuk advokat yang terbukti bersalah adalah Haposan Hutagalung (divonis 12 tahun penjara),"

ICW Mencatat Fredrich Yunadi Jadi Advokat ke-22 yang Dijerat Dengan UU Tindak Pidana Korupsi
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Advokat Fredrich Yunadi ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi menjadi orang ke-22 yang berprofesi sebagai advokat dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Demikian data ICW berjudul Daftar Advokat Yang Dijerat Dengan UU Tindak Pidana Korupsi (Dalam Pantauan Indonesia Corruption Watch)", seperti dikutitp Tribunnews.com, Minggu (14/1/2018).

Baca: Kemendagri Tak Halangi Kepala Daerah Belajar Ke Luar Negeri, Asal Izin

Catatan ICW advokat pertama kali dijerat dengan UU Tindak Pidana Korupsi terjadi pada tahun 2005 lalu.

"Dalam catatan Indonesia Corruption Watch (ICW) per 13 Januari 2018 terdapat sedikitnya 22 orang yang berprofesi sebagai advokat yang pernah dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi," demikan data ICW 2017 yang telah diupdate 13 Januari 2018.

Dari kasus tersebut secara umum ada tiga pola korupsi yang dilakukan oknum advokat yaitu penyuapan sebanyak 16 pelaku, pemberian keterangan secara tidak benar sebanyak 2 pelaku, dan menghalang-halangi penyidikan kasus korupsi sebanyak 4 orang pelaku.

Baca: Rumah Mantan Menteri Harmoko Dibobol Maling Saat Berlibur ke Jepang, Uang dan Perhiasan Raib

Kasus yang melibatkan 22 advokat tersebut mayoritas ditangani KPK, yakni 16 orang selebihnya ditangani oleh Kejaksaan sebanyak 5 orang, dan Kepolisian 1 orang.

"Hukuman paling tinggi untuk advokat yang terbukti bersalah adalah Haposan Hutagalung (divonis 12 tahun penjara)," demikian catatan ICW.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas