Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kemitraan Rilis Sepuluh Aset Hasil Kejahatan yang Belum Dikembalikan ke Negara, Ini Daftarnya

Kemitraan adalah organisasi multipihak yang bekerja dengan badan-badan pemerintah, organisasi-organisasi internasional dan lembaga swadaya masyarakat

Kemitraan Rilis Sepuluh Aset Hasil Kejahatan yang Belum Dikembalikan ke Negara, Ini Daftarnya
Tribunnews.com/Gita Irawan
Kanan ke kiri) Direktur Eksekutif Kemitraan, Monica Tanuhandaru, Praktisi Hukum Pemulihan Aset dari Kantor Wirakrama Utama, Paku Utama, dan Direktur Hukum dan Regulasi Bappenas, Prahesti Pandanwangi dalam acara Diskusi Media bertajuk “Tantangan Efektifitas Upaya Pemulihan Aset Tindak Pidana di Indonesia” pada Minggu, (14/1/2018) di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan atau yang lebih dikenal dengan Kemitraan mencatat bahwa hingga kini terdapat beberapa kasus tindak kejahatan yang merugikan keuangan negara.

Berdasarkan data yang diolah dari berbagai sumber oleh Kemitraan, terdapat beberapa kasus yang merugikan keuangan negara dan hingga kini uang negara atau aset tersebut belum dikembalikan serupiah pun ke negara.

Kasus yang dicatat dan disuguhkan oleh Kemitraan tersebut disampaikan dalam Diskusi Media bertajuk “Tantangan Efektifitas Upaya Pemulihan Aset Tindak Pidana di Indonesia” pada Minggu, (14/1/2018) di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.

Berikut ini daftar kasus, pelaku, tahun, nilai aset, dan lokasi aset yang dihimpun Tribun dari Rilis Pers yang diterbitkan Kemitraan:

1. Kasus korupsi Bank Mandiri dengan pelaku ECW Neloe bernilai US$ 5,2 juta pada tahun 2005. Lokasi aset tersebut ditengarai kini berada di Swiss.

Baca: Termasuk Fredrich Yunadi, Ada 22 Advokat yang Dijerat UU Tindak Pidana Korupsi

2. Penggelapan dana Bank Global dengan pelaku Irawan Salim bernilai US$ 9,9 juta pada tahun 2009. Lokasi aset tersebut kini ditengarai berada di Swiss.

3. Korupsi Yayasan Supersemar dengan pelaku Soeharto bernilai Rp. 4,4 triliun pada tahun 2010. Lokasi aset tersebut ditengarai berada di Indonesia.

4. Pembekuan uang milik Garnet Investmen Limited di Guernsey oleh FIS dengan pelaku Tommy Soeharto bernilai €36 juta pada tahun 2009. Lokasi aset tersebut ditengarai kini berada di Guernsey.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Gita Irawan
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas