Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Fredrich Nilai KPK Lakukan Kriminalisasi Terselubung Terhadap Dokter RS Medika

Dirinya beralasan Setya Novanto lebih lama dirawat di RSCM dibanding RS Medika Permata Hijau.

Fredrich Nilai KPK Lakukan Kriminalisasi Terselubung Terhadap Dokter RS Medika
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan Setya Novanto, Fredrich Yunadi, mempertanyakan langkah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menetapkan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutardjo, sebagai tersangka.

Dirinya menanyakan mengapa kasus tersebuti tidak menimpa pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Dirinya beralasan Setya Novanto lebih lama dirawat di RSCM dibanding RS Medika Permata Hijau.

Baca: KPK Tanggapi Protes Fredrich Yunadi Soal Penyitaan Barang Miliknya

“RSCM yang tiga hari kok enggak diapa-apain. Saya tanya kalau memang ini enggak benar, RSCM kan suruh pulang. Enggak usah pulang dong," jelas Fredrich kepada wartawan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jln Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (22/1/2018).

Dirinya mencurigai KPK telah melakukan kriminalisasi secara terselubung terhadap Dr Bimanesh Sutarjo yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca: Usai Diperiksa KPK, Deisti Temani Setya Novanto ke Pengadilan Tipikor

"Kenapa ini suruh rawat tiga hari enggak jadi tersangka. Kalau yang satu hari jadi tersangka. Yang tiga hari jadi pahlawan. Apa itu kriminalisasi yang terselubung,” tegas Fredrich.

Selain Fredrich, KPK telah menetapkan dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka atas dugaan menghalang-halangi penyidikan Setya Novanto.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Korupsi KTP Elektronik

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas