Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Calon Presiden 2019

Survei: Elektablitias Jokowi Untuk Pilpres 2019 Belum Aman Karena Tiga Hal Ini

Survei menunjukan bahwa sebesar 40,7 % publik menyatakan tidak setuju agama dan politik dipisahkan.

Survei: Elektablitias Jokowi Untuk Pilpres 2019 Belum Aman Karena Tiga Hal Ini
youtube
Presiden Joko Widodo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lingkar Survei Indonesia Denny JA dalam rilis surveinya menyatakan bahwa meski elektabilitas Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi sebagai petahana masih tertinggi dibanding capres lain, namun posisi elektabilitasnya belum aman karena tiga hal.

Pertama, publik belum merasa aman dengan permasalahan ekonomi.

Survei menujukkan bahwa sebesar 52,6 % responden menyatakan bahwa harga-harga kebutuhan pokok makin memberatkan mereka. Sebanyak 54 % responden menyatakan bahwa lapangan kerja sulit didapatkan. Dan sebesar 48,4 % responden menyatakan bahwa pengangguran meningkat.

Kedua, Jokowi rentan terhadap isu primordial. Kekuatan dan isu Islam politik diprediksikan akan mewarnai Pilpres 2019 seperti yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta meski dengan kadar yang berbeda.

Survei menunjukan bahwa sebesar 40,7 % publik menyatakan tidak setuju agama dan politik dipisahkan.

Sementara 32,5 % publik menyatakan setuju bahwa agama dan politik harus dipisahkan.

Baca: Survei: Elektabilitas Jokowi Untuk Pilpres 2019 Tertinggi, Tapi Belum Aman

Ketiga, merebaknya isu buruh negara asing, terutama dari Cina.

Survei menujukkan bahwa baru 38,9% yang mendengar isu tersebut. Dari mereka yang mendengar 58,3 persen menyatakan sangat tidak suka dengan isu atau informasi itu. Hanya 13,5% yang menyatakan suka atau tidak bermasalah dengan isu itu.

Survei tersebut dilakukan terhadap 1.200 responden yang dipilih berdasarkan multi stage random sampling.

Wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 propinsi dari tanggal 7 sampai tanggal 14 Januari 2018.

Survei tersebut dibiayai sendiri sebagai bagian layanan publik LSI Denny JA.

Margin error dalam survei tersebut kurang lebih 2,9 persen.

Survei tersebut dilengkapi dengan riset kualitatif seperti FGD, media analisis, dan wawancara narasumber secara mendalam.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas