Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Fredrich Yunadi: Apa Jaksa itu Dokter?

Dokter Bimanesh itu adalah dokter saya. Dokter saya yang merawat saya. RS Polri.

Fredrich Yunadi: Apa Jaksa itu Dokter?
TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI
Fredrich Yunadi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK mendakwa pengacara Fredrich Yunadi melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, pada 16 November 2017.

Upaya itu dilakukan dalam rangka menghindari penyidikan oleh penyidik KPK terhadap Novanto, sebagai tersangka perkara tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP.

Selama melakukan tindak pidana itu, Fredrich bekerjasama dengan Bimanesh Sutarjo, selaku dokter dari RS Medika Permata Hijau.

Fredrich mengaku mengenal dekat Bimanesh. Kedekatan hubungan itu disinyalir membuat Fredrich memilih membawa Novanto untuk diperiksa Bimanesh.

"Dokter Bimanesh itu adalah dokter saya. Dokter saya yang merawat saya. RS Polri. Saya sudah 15 tahun sama beliau," tutur Fredrich, ditemui setelah persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Baca: Menolak Uang e-KTP karena Kurang Besar, Ganjar: Ngarang Itu

Di persidangan itu, pria kelahiran Malang, Jawa Timur itu mendengarkan surat dakwaan yang dibacakan JPU. Dia menilai dakwaan itu palsu dan direkayasa.

"Tadi saya sudah mendengarkan dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum. Saya sudah menjelaskan apa yang di dakwaan itu palsu, direkayasa dan terang-terangan memalsukan," kata dia.

Menurut dia, dakwaan JPU tidak mendasar. Dia menegaskan, Setya Novanto menderita sakit sehingga harus dibawa ke RS Medika Permata Hijau. Untuk memberitahukan sakit kliennya itu, dia menghubungi pihak KPK dan awak media.

"Yang menelpon Pak SN itu adalah sakit, itu jelas 100% adalah saya yang menelpon KPK. Saya yang menelpon media ini Pak Setya Novanto itu mengalami suatu kecelakaan. Kalau itu suatu rekayasa, apakah mungkin saya telepon kalian," kata dia.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas