Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Sabu 1 Ton yang Disembunyikan di Tumpukan Karung Beras

KRI dari Komando Armada RI Kawasan Barat TNI Angkatan Laut, KRI Sigurot-864 menggagalkan penyelundupan narkotika.

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Sabu 1 Ton yang Disembunyikan di Tumpukan Karung Beras
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DIHAN AJI NUGROHO
Deputi Bidang Penindakan Badan Nasioanal Narkotika, Irjen Arman Depari menunjukkan barang bukti narkotika golongan 1 jenis sabu saat gelar pengungkapan kasus di Dermaga Pangkalan Angkatan Laut, Batam, Sabtu (10/2/2018). Kapal Sunrise Glory yang membawa narkotika jenis sabu seberat 1,1 ton tersebut diamankan KRI Sigurot 864 saat melintasi Perairan Selat Philips. TRIBUN BATAM/ARGIANTO DIHAN AJI NUGROHO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KRI dari Komando Armada RI Kawasan Barat TNI Angkatan Laut, KRI Sigurot-864 menggagalkan penyelundupan narkotika.

Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu Narkoba berjenis sabu-sabu seberat lebih dari satu ton. Narkoba tersebut dibawa oleh Kapal MV Sunrise Glory dimana disamarkan diantara tumpukan karung beras.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman, mengatakan mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh personel KRI SGR-864 & GBKA, Pangarmabar TNI AL, BNN, dan Tim Analisis Satgas 115 atas keberhasilan penangkapan kapal ini.

"Berkat kerja keras dan sharing informasi antara ketiga institusi ini, kapal ikan pembawa sabu ini dapat ditangkap," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (12/2/2018).

Baca: Rombongan Warga Pisangan Ciputat yang Selamat dari Kecelakaan Maut Disambut Isak Tangis

Wakasal mengatakan, Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti sering mengingatkan, modus penyelundupan narkotika melalui laut selama ini telah lama ada, terutama melalui kapal ikan, namun baru kali ini dapat ditangkap dengan jumlah sebesar ini.

Berdasarkan analisis sementara kapal ini diduga telah beberapa kali selama tahun 2017 melewati laut Indonesia dengan berbagai modus seperti mematikan sistem pelacakan otomatis atau automatic identification system (AIS) dan berganti-ganti nama kapal.

"Ke depan tantangan bagi kita bersama untuk terus bekerjasama memerangi kejahatan ini secara bersama-sama. Kami harapkan kerjasama antarlembaga seperti ini lebih kita perkuat dan tingkatkan," katanya.

Tim Satgas 115 juga telah berangkat menuju Batam membantu BNN dan TNI AL melakukan pemeriksaan forensik digital, untuk menganalisis semua perangkat komunikasi digital yang ada diatas kapal untuk dapat mengungkap kasus ini secara tuntas, sehingga pelaku utama (mastermind) dapat ditangkap dan diproses secara hukum.

Kronologi

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas