Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Komisi XI DPR Kritik Impor Beras dan Jagung Secara Bersamaan

Fadel mengapresiasi tinggi kerja keras Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang telah mampu mendongkrak produksi pangan dalam negeri.

Komisi XI DPR Kritik Impor Beras dan Jagung Secara Bersamaan
Anggota Komisi XI DPR RI Fadel Muhammad. 

TRIBUNNEWS.COM, GORONTALO - Kebijakan pemerintah impor beras dan jagung disaat bersamaan dicemooh Anggota Komisi XI DPR RI Fadel Muhammad.

Menurutnya, kebijakan tersebut patut diduga bermotif mencari-cari komisi sebab kenyataannya, petani sudah swasembada beras bahkan telah ekspor jagung ke sejumlah negara.

"‎Saya jelas tidak setuju impor beras dan jagung. Makanya besok (hari ini) dalam acara pelepasan ekspor jagung nanti kami akan tandatangan (petisi) penolakan impor beras dan jagung," tegas Fadel di kantor Gubernur Gorontalo, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Fadel tegaskan menolak impor baik beras maupun jagung karena jelas memukul petani dalam negeri.

"Karena impor itu akan memukul psikologis para petani kita. Mereka sudah kerja keras tapi karena impor masuk pendapatan petani berkurang. Makanya kami nggak setuju," tegasnya.

Baca: Mendag: Jangan Khawatir, Impor Beras Tak Akan Rugikan Petani

Menurutnya, seharusnya pemerintah mendukung produksi pangan dalam negeri.‎ Toh dengan kerja keras dan sinergi pemerintah bersama petani nyatanya 2 tahun ini Indonesia terbebas dari impor.

Makanya dia menaruh curiga, kebijakan impor beras dan jagung ini bermotif mencari komisi.

"Buktinya 2 tahun ini kan kita bisa. Gorontalo ini juga sudah ekspor jagung. Masa Gorontalo ekspor jagung sementara di pusat impor. Kurang ajar ini," tegasnya.

Fadel mengapresiasi tinggi kerja keras Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang telah mampu mendongkrak produksi pangan dalam negeri. Sejumlah kebutuhan yang dulunya harus ditopang melalui impor, kini 0 impor bahkan sudah ekspor.

‎"Makanya saya dukung Amran karena beliau juga rajin ke lapangan. Saya juga dengar dari awal beliau juga keukeuh menolak impor. Jadi dugaan saya permainan komisi ini," tegas dia.

Sementara itu, Direktur Utama Food Station Jaya Arief Prasetyo menuturkan pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang secara berangsur-angsur sudah mulai. Bahkan Senin (12/2), pasokan dari sentra-sentra produksi tembus 5000 ton dari yang biasanya hanya 3 ribuan ton.

"Kemarin (Senin) masuk 5.000 ton (pasokan harian). Posisi sekarang stok di PIBC 24 ribu ton. Jadi sudah mulai berangsur-angsur naik sehingga dalam waktu 2-3 minggu ke depan akan naik 25 ribu hingga 30 ribu ton (stok di Gudang PIBC)," katanya.

Masuknya beras di Cipinang ini, kata dia, karena daerah-daerah seperti Demak, Pati, dan sentra beras lainnya di Jawa Tengah sudah mampu memenuhi pasokannya sendiri. "Setelah daerah mereka penuh baru rembes ke Jakarta," jelasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas