Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Perubahan Positif Pengemudi Bus setelah Ikut Pembinaan yang Digelar IPOMI

Pembinaan tersebut menyadarkan sang pengemudi sebagai manusia, orang tua, dan profesional.

Perubahan Positif Pengemudi Bus setelah Ikut Pembinaan yang Digelar IPOMI
TRIBUN/DANY PERMANA
Pengemudi bus Lorena mencoba fasilitas bus baru dalam acara serah terima 12 armada bus jelang mudik lebaran di Mercedez-Benz Indonesia, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (6/6/2017). Lorena Transport Tbk dan Karina Transport yang bernaung dibawah bendera Lorena Holding Company meluncurkan 12 armada bus Mercedez-Benz 2543 Double Deckers (Bus Tingkat) guna memenuhi pelayanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa angkutan darat. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Brian Priambudi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) menggelar pembinaan pengemudi bus secara rutin dan berkala. Pembinaan itu antara lain melalui pendidikan karakter.

Hal itu dikatakan oleh Ketua IPOMI Kurnia Lesani Akbar, Minggu (4/3/2018).

Menurutnya, pembinaan itu dilakukan karena sosok di balik kemudi itu mengimpan bagasi emosi yang tertimbun. Emosi itulah yang menjadi satu dari beberapa faktor kecelakaan. Misal, emosi muncul karena kemacetan.

Baca: Kata Anaknya Soal Peluru Nyasar, Rhoma Irama Anggap Setan Main Tembak-tembakan

Baca: Keluarga Rhoma Irama Penasaran Motif Pelaku Penembakan Studio Soneta

Baca: Chicco Jerikho Sebut Putri Marino sebagai Jantung Hatinya

Baca: Cynthia Ramlan Trauma, Dadanya Masih Sesak dan Kadang Gemetar

Akibatnya, lanjut dia, pengemudi tidak sabar. Kemudian melepaskan emosinya ketika mendapatkan jalan lengang.

Saat diwawancarai awak media di Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018, Sani mengatakan, 80 persen hingga -85 persen peserta yang mengikuti pendidikan karakter, mengalami perubahan.

"Contohnya, yang tidak peduli dengan salat jadi peduli, lebih dekat dengan anaknya. Jadi yang kita bangunkan mentalnya," Sani mengatakan.

Menurut Sani pembinaan tersebut menyadarkan sang pengemudi sebagai manusia, orang tua, dan profesional.

Pembinaan seperti ini sudah dilakukan oleh IPOMI sejak tahun 2013 dengan harapan mengurangi faktor kecelakaan dari emosi sang pengemudi.

Pembinaan ini kerap dilakukan setahun dua kali, dengan mengirimkan perwakilan pengemudi dari tiap operator bus.

Dinas Perhubungan juga melakukan hal yang serupa namun metode yang digunakan lebih akademis mengenai peraturan dan tata tertib di jalan.(*)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Brian Priambudi
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas