Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kisah Tahanan KPK, Setnov Berusaha Nyaman Fredrich Keluhkan Makanan

Mereka yang pada umumnya adalah pembesar, yang memiliki kekuasaan serta hidup bergelimang harta, mau tidak mau harus menyesuaikan diri saat hidup di p

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mungkin tak ada seorangpun di dunia ini, yang bermimpi untuk menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mereka yang sempat atau masih menghuni rutan lembaga anti rasuah tersebut, tentunya juga tidak pernah mempersiapkan diri mereka, menghuni rutan tersebut dan menyandang status 
koruptor.

Mereka yang pada umumnya adalah pembesar, yang memiliki kekuasaan serta hidup bergelimang harta, mau tidak mau harus menyesuaikan diri saat hidup di penjara khusus koruptor 
itu.

Setya Novanto, adalah mantan Ketua DPR dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Ia memiliki segalanya sebagai seorang laki-laki, mulai dari keluarga yang harmonis, kekuasaan 
politik hingga harta yang berlimpah.

Baca: Wali Kota Dipasung Warga karena Tak Tepati Janji

Setya Novanto atau yang akrab dipanggil Setnov itu resmi ditahan KPK pada 17 November tahun lalu, atas dugaan keterlibatannya pada kasus korupsi KTP elektronik.

Laki-laki yang pernah menyandang gelar "Pria Tampan Surabaya" pada tahun 1975 itu, dijemput paksa dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), setelah dokter KPK menyatakan ia pantas 
untuk dijemput paksa.

Kepada wartawan di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, 22 Februari lalu, Setnov sempat berbagi pengalamannya menghuni rutan KPK.

Ia yang memulai hidupnya dari bawah, dari mulai menjadi pembantu, sopir, pedagang beras, pengusaha kakap hingga akhirnya menjadi politisi, mengaku tidak gagap melepas semua kemewahan yang sempat ia rasakan.

"Ya harus bersih-bersih lah. Kasihan kan gedung baru bagus-bagus, ya kita harus ikut merawat. Pengalaman saya pernah jadi pembantu, sopir ya ikut membantu. Kalau paling bersih, ya kamar saya paling bersih," ujarnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Samuel Febrianto
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas