Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Mereka yang Mencatat di Persidangan, Setnov, Rita Widyasari dan Bos First Travel

Setya Novanto dan Rita Widyasari bercerita soal buku yang mereka bawa, untuk mencatata fakta di persidangan.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUN-VIDEO.COM - Idealnya siapapun yang masuk ke ruang pengadilan dengan menyandang status terdakwa, mereka harus serius memperhatikan keterangan semua pihak, agar lolos dari dakwaan. Atau setidaknya mendapatkan hukuman yang relatif lebih ringan.

Bisa jadi, keterangan yang disampaikan seseorang di ruang sidang, bisa dijadikan modal untuk lolos dari dakwaan.

Mantan Ketua DPR sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Setya Novanto, yang kini berstatus terdakwa kasus korupsi, tidak hanya memperhatikan keterangan semua pihak, ia bahkan mencatat fakta-fakta yang terungkap di persidangan.

Baca: Kartu Indonesia Sehat Tidak Berguna Bagi Korban Bom Bali, Chusnul Khotimah

Baca:  Mereka yang Lolos Jadi Anggota Polri

Ia mencatat informas-informasi tersebut, pada lembaran-lembaran buku dengan sampul hitam. Buku hitam tersebut, sempat ia sembunyikan saat hendak diintip oleh wartawan.

Apa saja yang ditulis oleh Setya Novanto di buku hitamnya saat menjalani sidang sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP, tidak ada yang tahu selain Setya Novanto yang memang kerap menulis di buku itu.

Pada 5 Februari lalu, Setya Novanto atau yang dipanggil Setnov, sempat ditanya soal buku tersebut. Ia hanya menjawab "Waduh, nanti ketawan lagi di media."

Apa isi dari buku hitam kecil itu, kuasa hukum Setnov, Firman Wijaya juga tidak tahu. Menurutnya, buku itu adalah 'Black Box' atau catatan yang bakal diungkap terkait korupsi e-KTP.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas