Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Indonesia dan Rusia Menuju Hubungan Bilateral ke Tingkat Lebih Tinggi

Menlu Retno menjelaskan Rusia merupakan salah satu mitra strategis Indonesia sejak tahun 2003.

Indonesia dan Rusia Menuju Hubungan Bilateral ke Tingkat Lebih Tinggi
Dok. Biro Humas Kepresidenan
Retno Marsudi Menteri Luar Negeri Indonesia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW -- Indonesia dan Rusia sepakat untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama pada tingkat yang lebih tinggi dalam bentuk kerja sama kemitraan strategis.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi diketahui melakukan kunjungan ke Rusia dan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Moskow, Selasa (13/03/2018) lalu.

Baca: Zulkifli Hasan Bertemu Megawati, Apa Saja Yang Dibahas?

Menlu Retno menjelaskan Rusia merupakan salah satu mitra strategis Indonesia sejak tahun 2003. Kerja sama kemitraan tersebut perlu diperbaharui seiring dengan tingginya intentitas hubungan kedua negara.

“Dengan perkembangan yang semakin intensif, sudah saatnya Indonesia dan Rusia menuju era baru kerja sama kemitraan,” kata Menlu Retno melalui keterangan resmi KBRI Moskow, Kamis (15/3/2018).

Rusia, ujar Retno, juga menjadi mitra penting Indonesia di bidang perdagangan. Nilai perdagangan Indonesia dan Rusia yang mencapai US$ 2,6 miliar pada 2017 belum menunjukan potensi sesungguhnya yang dimiliki kedua negara.

“Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk kedua negara yang mencapai sekitar 406 juta jiwa, nilai perdagangan tersebut masih sangat kecil,” lanjut Menlu Retno.

Dalam pertemuan dengan Menlu Lavrov, Menlu Retno juga menyampaikan beberapa isu spesifik, seperti pengurangan hambatan perdagangan dan penyediaan akses yang lebih luas bagi minyak kelapa sawit dan produk ikan Indonesia ke Rusia.

Indonesia dikesempatan itu pula, mengharapkan dukungan dari Rusia untuk mempercepat proses pembentukan Free Trade Agreement antara Indonesia dan Eurasian Economic Union.

Selain isu bilateral, kedua Menlu membahas isu-isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama, antara lain isu Palestina, Suriah dan isu-isu kawasan Asia Pasifik, serta kerja sama dalam kerangka PBB.

Menlu Retno menggarisbawahi juga pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020.

Kunjungan Menlu Retno merupakan kunjungan bilateral resmi pertama ke Moskow sejak tahun 2010. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan Menlu Lavrov ke Jakarta pada 8-9 Agustus 2017 lalu.

Dalam pertemuan bilateral dengan Menlu Lavrov, Menlu Retno didampingi Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Belarus M. Wahid Supriyadi, dan para pejabat Kementerian Luar Negeri RI, yaitu Kepala Biro Dukungan Strategis Pimpinan Arrmanatha Christiawan Nasir, Direktur Eropa III Ardian Wicaksono dan Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang Kamapradipta Isnomo.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas