Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kontroversi Amien Rais

Arteria Dahlan Mengaku Prihatin atas Pernyataan Kontroversial Amien Rais

"Saya sangat sedih (karena) tokoh yang jadi panutan saya, melontarkan pernyataan yang sulit kami mengerti," ujar Arteria, di Kompleks Parlemen.

Arteria Dahlan Mengaku Prihatin atas Pernyataan Kontroversial Amien Rais
TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI
Arteria Dahlan. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan mengaku prihatin dan sedih mengetahui mantan Ketua MPR RI Amien Rais, yang selama ini menjadi panutannya, menyampaikan pernyataan kontroversi.

Pernyataan yang menyebut bahwa ada dua kelompok partai yang tengah bertarung pada tahun politik ini, yakni 'partai setan' dan 'partai Allah'.

Baca: Forum Kajian Ekonomi Kota Depok Dorong TGB Pimpin RI di 2019

Ia pun tidak mengerti apa alasan Amien melontarkan pernyataan tersebut.

"Saya sangat sedih (karena) tokoh yang jadi panutan saya, melontarkan pernyataan yang sulit kami mengerti," ujar Arteria, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Anggota Komisi III DPR RI itu pun menambahkan, jika dirinya ditanya bisa menerima pernyataan Amien atau tidak, tentunya ia secara tegas mengatakan tidak bisa menerima pernyataan tersebut.

Kendati demikian, ia berusaha untuk memahami kondisi dan terkait apa yang dirasakan Amien Rais saat ini.

"Kalau saya pribadi, (saya) tidak bisa terima ini, tapi saya berusaha juga untuk memahami kondisinya Pak Amien," jelas Arteria.

Oleh karena itu, Arteria berharap agar Amien segera melakukan klarifikasi untuk menjelaskan apa yang ia sampaikan beberapa waktu lalu yang akhirnya menimbulkan polemik.

"Mudah-mudahan Pak Amien juga bisa mengklarifikasikan kepada kita semua," kata Arteria.

Sebelumnya, pernyataan Amien Rais itu disampaikan dalam sebuah ceramah, ia mendikotomikan adanya 'Partai Setan' dan 'Partai Allah'.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas