Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Deisti Ungkap Hilangnya Setya Novanto hingga Pamit Serahkan Diri ke KPK

‎Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan istri Setya Novanto, Deisti Astiani Tagor sebagai saksi bagi terdakwa dokter Bimanesh

Deisti Ungkap Hilangnya Setya Novanto hingga Pamit Serahkan Diri ke KPK
Warta Kota/henry lopulalan
Istri mantan Ketua DPR Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, meninggalkan ruangan usai disumpah sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus merintangi penyidikan korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (16/4/2018). Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan istri Setya Novanto, Deisti Astiani Tagor sebagai saksi bagi terdakwa dokter Bimanesh dalam kasus dugaan menghalangi penyidikan e-KTP pada Setya Novanto.

Di hadapan majelis hakim, secara lancar, perempuan berkerudung hitam itu menceritakan kejadian hilangnya Setya Novanto, penggeledahan oleh penyidik KPK, Setya Novanto kecelakaan dibawa ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau, dipindah ke RSCM hingga resmi ditahan KPK.

Baca: Pasca Meminta Maaf Lantaran Soal UN Dinilai Tidak Rasional, Kemendikbud Bikin Kuis Berhadiah

"Sebelum kejadian kecelakaan, mungkin anda tahu dimana keberadaan suami anda? ," tanya hakim di awal persidangan.

Deisti pun menjelaskan peristiwa pada Rabu (15/4/2018) malam, dimana rumahnya di Jalan Wijaya didatangi oleh penyidik KPK yang mencari sang suami karena tidak memenuhi panggilan sebagai tersangka korupsi e-KTP.

"Saya waktu itu di lantai dua, orang rumah saya beri tahu, ibu-ibu, ada orang KPK datang. Saya intip dari jendela, benar. Saya kira dibawah ada suami saya, ternyata tidak ada.‎ Yang ada hanya pengacara Fredrich, akhirnya saya turun ke bawah," ujar Deisti, Senin (16/4/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

‎Lanjut Deisti mengaku diminta menandatangani surat kuasa yang menyatakan Fredrich adalah kuasa hukum suaminya di selembar kertas dengan tulis tangan. Alasan saat itu, Fredrich tidak membawa surat kuasa, sehingga diminta membuat ulang oleh penyidik.

Setelah menungu berjam-jam, Setya Novanto tidak kunjung kembali ke rumah. Akhirnya penyidik melakukan penggeledahan hingga Kamis (16/11/2017) dini hari, tepatnya pukul 03.00 WIB.

Sejak penggeledahan hingga selesai, Deisti terus berupaya menghubungi Setya Novanto namun tidak berhasil. Sampai akhirnya pada pukul 15.00 WIB, Setya Novanto menghubungi dirinya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas