Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilik Bank Century Sebut Dana “Bailout” Diputuskan Secara Sepihak oleh Pemerintah

Ferry mengungkapkan bahwa saat itu Robert memang sedang bingung menghadapi keputusan sepihak pemerintah tanpa melibatkan pemilik

Pemilik Bank Century Sebut Dana “Bailout” Diputuskan Secara Sepihak oleh Pemerintah
Rina Ayu/Tribunnews.com
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono, ditemui di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus Gerindra Ferry Juliantono menceritakan bahwa dirinya pernah satu penjara bersama pemilik Bank Century,

Robert Tantular saat sama-sama mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Mabes Polri, Jakarta Selatan pada 2008.

Ferry yang sudah terlebih dahulu berada di sana sebagai tahanan karena terlibat berbagai aksi unjuk rasa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mengatakan sempat berbincang dengan Robert termasuk mengenai kasus dana bailout Bank Century.

Apalagi saat itu Ferry menjabat sebagai “ketua RT” atau pimpinan para tahanan yang berada di rutan tersebut.

“Dari beliau saya mendapat sedikit gambaran mengenai kasus tersebut. Robert mengungkapkan bahwa ia kaget bahwa bank miliknya itu bermasalah, kemudian ia menegaskan segera mendapatkan dana ekspor dari Amerika Serikat untuk mengatasi masalah Bank Century.”

“Lalu ia menceritakan bahwa tiba-tiba pemerintah mengeluarkan keputusan sepihak dengan mengeluarkan dana bailout mencapai angka Rp 6,7 triliun. Padahal menurutnya banyak cara untuk menyelesaikan masalah Century selain melalui bailout dan itu diakui mantan Menteri Keuangan Rizal Ramli,” ujar Ferry saat ditemui di Hotel Atlet Century Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Ferry mengungkapkan bahwa saat itu Robert memang sedang bingung menghadapi keputusan sepihak pemerintah tanpa melibatkan pemilik.

Apalagi kemudian Robert ditetapkan sebagai tahanan dan adanya intimidasi-intimidasi lainnya.

Kasus dana talangan bailout Bank Century kembali mencuat setelah keputusan Mahkamah Konstitusi memerintahkan Pengadilan Negeri Jakarta Selata meminta mantan Wapres Boediono serta beberapa orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

Ferry meminta masyarakat untuk mengawal dan melakukan dorongan agar KPK segera memproses permintaan PN Jaksel itu.

“Peran masyarakat adalah mengawal dan memastikan KPK memproses kasus tersebut. Bola sekarang ada di KPK dan kemungkinan banyak nama-nama besar yang akan terlibat dalam kasus itu,” pungkasnya.

PN Jaksel mengeluarkan permintaan penetapan tersangka oleh Boediono setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menerima gugatan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) dengan gugatan praperadilan Nomor 24/Pid.Prap/2018/PN Jaksel.

MAKI melalui kuasa hukum Boyamin Saiman melalui praperadilan itu mendesak KPK untuk menuntaskan kasus Bank Century yang telah berjalan sejak tahun 2013.

Selain Boediono ada beberapa pihak yang turut diminta ditetapkan sebagai tersangka yaitu Muliaman Darmansyah Hadad, Hartadi, Miranda Swaray Gultom, dan Raden Pardede.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas