Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Dalam Kasus Setya Novanto, Dokter Bimanesh Justru Merasa Dikorbankan Rumah Sakit

Bimanesh menyebutkan, perawat Indri Astuti berinisiatif memasangkan infus anak-anak ke pembuluh darah Novanto, bukan atas suruhan dirinya.

Dalam Kasus Setya Novanto, Dokter Bimanesh Justru Merasa Dikorbankan Rumah Sakit
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Dokter Bimanesh 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dokter RS Medika Permata Hikau, Bimanesh Sutarjo merasa dijadikan korban oleh rumah sakit dalam penanganan mantan Ketua DPR RI Setya Novanto.

Dokter hingga perawat rumah sakit yang pernah dihadirkan sebagai saksi seolah angkat tangan dan membuat dirinya sebagai pihak yang satu-satunya mengatur skenario perawatan Novanto.

Baca: Pelaku Penganiayaan Bonek Hingga Tewas Akhirnya Diringkus Polisi! Terungkap Cara Habisi Nyawa Korban

Bimanesh menyebutkan, perawat Indri Astuti berinisiatif memasangkan infus anak-anak ke pembuluh darah Novanto, bukan atas suruhan dirinya.

Saat bersaksi, Indri beralasan kesulitan mencari pembuluh darah Novanto ditambah dirinya merasa mantan Ketua Umum Golkar itu kesal.

Menurut kesaksian Indri, Bimanesh menyuruh infusnya ditempel saja, jangan ditusukkan.

"Saya nanya ke dia apa yang dimaksud dengan ditempel? Indri bilang tidak tahu. Itu kan dia sendiri yang ngomong di BAP-nya. Emang ada ucapan saya yang bilang harus ditempel?" ujar Bimanesh di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (16/4/2018).

Bimanesh mengatakan, di BAP pertama tidak ada instruksi pasang infus.

Pernyataan itu baru disampaikan Indri dalam BAP kedua.

Bimanesh merasa difitnah. Dalam kesaksiannya, para perawat IGD mengaku diperintah Kepala Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Medika Permata Hijau Michael Chia Cahaya untuk membawa Novanto ke Lantai 3 rumah sakit.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas