Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Hidayat Nur Wahid: Data Pengguna Facebook di Amerika Saja Bisa Bocor, Apalagi di Indonesia

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid berharap pemerintah Indonesia bisa belajar dari kasus kebocoran data pengguna Facebook.

Hidayat Nur Wahid: Data Pengguna Facebook di Amerika Saja Bisa Bocor, Apalagi di Indonesia
Tribunnews.com
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid berharap pemerintah Indonesia bisa belajar dari kasus kebocoran data pengguna Facebook.

Belakangan, bocornya data pengguna jejaring sosial itu ternyata digunakan untuk kepentingan Pilpres Amerika beberapa waktu lalu. Ia pun mengambil contoh kasus tersebut jika tiba-tiba terjadi juga di Indonesia.

Baca: Jaksa Berniat Sita Restoran Bos First Travel di London

"Kalau kemudian memang terjadi kebocoran yang mengakibatkan terjadinya hasil yang berbeda dengan hasil pilihan rakyat Amerika, itu kan bisa kita bayangkan bagaimana kemudian (jika itu terjadi) di Indonesia," ujar Hidayat, di Gedung Nusantara III DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya, jika Amerika yang memiliki sistem keamanan informasi yang canggih saja bisa kebobolan, apalagi di Indonesia.

Ia menganggap sistem keamanan informasi di Indonesia masih sangat lemah, sehingga kemungkinan kebocoran data jauh lebih besar.

"Kalau itu bisa terjadi di Amerika Serikat, (mungkin saja bisa terjadi) di Indonesia, kita tahu di Indonesia pengamanannya jauh lebih lembek," jelas Hidayat.

Selain itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut memandang sistem teknologi di tanah air juga mudah diintervensi pihak yang memiliki kepentingan.

"Kemudian juga sistem teknologi informasi (tanah air) juga jauh lebih mudah diintervensi," kata Hidayat.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa poin penting yang harus ditelusuri dari kebocoran data itu adalah bukan pada pemblokiran akses jejaring sosial tersebut di Indonesia.

Namun alasan apa yang melandasi kebocoran dan penyalahgunaan data tersebut.

Itu yang ia harapkan kepada pemerintah untuk menelusuri penyalahgunaan kebocoran data satu juta pengguna Facebook di tanah air.

"Karena kan yang dipentingkan, bukan pemblokiran itu sendiri, tetapi bagaimana data-data yang sudah bocor itu, (mau) diapain itu data-data?" tegas Hidayat.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas