Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Realisasi Tol Laut Jokowi Meleset dari Target, Ini Usul Bamsoet

Program unggulan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka mengatasi konektivitas itu masih kurang optimal.

Realisasi Tol Laut Jokowi Meleset dari Target, Ini Usul Bamsoet
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kapal Motor Mutiara Barat bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok Baru, Jakarta, Selasa (30/5/2017). Kapal Tol Laut yang melayani Pelabuhan Tanjung Priok Baru ke Pelabuhan Panjnag Lampung menjadi alternatif masyarakat yang akan menuju Pulau Sumatera. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo menyoroti program tol laut yang belum berjalan sesuai harapan. Sebab, program unggulan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka mengatasi konektivitas itu masih kurang optimal.

Merujuk data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), realisasi muatan tol laut 2017 mencapai 212.865 ton atau 41,2 persen dari target 517.200 ton. Sedangkan realisasi muatan baliknya hanya 20.274 ton.

“Ini kan hanya sekitar 3,9 persen dari target 517.200 ton,” ujar Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo, dalam keterangannya, Senin (16/4/2018).

Lantaran hal itu, ia mendorong Kemenhub untuk segera membuat regulasi teknis yang berkaitan dengan implementasi program tol laut.

Tujuannya, kata Bamsoet, demi menghindari tumpang tindih perizinan sekaligus mempermudah arus masuk dan keluar barang di pelabuhan.

Selain itu, Bamsoet juga meminta Kemenhub mengoptimalkan daya angkut kapal, khususnya muatan balik dari Indonesia bagian timur.

"Caranya bisa dengan menyalurkan kapal-kapal perintis yang mampu menjadi penghubung ke kapal besar. Ini demi menciptakan kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok,” cetusnya.

Legislator Golkar itu juga mengharapkan Kemenhub mendesak PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) agar bersinergi dengan kapal perintis milik daerah dalam menyukseskan program tol laut.

“Tujuannya memangkas biaya tinggi dan juga mempermudah pengiriman barang lewat laut,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, hal lain yang perlu dilakukan pemerintah untuk menyukseskan program tol laut adalah memperbaiki infrastruktur pendukung dan moda transportasi darat, terutama di wilayah daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Sementara hal yang harus dikebut adalah persiapan gudang penyimpanan, truk-truk pengangkut, supermarket, serta sumber daya manusia (SDM) bongkar muat.

Bamsoet meyakini ketersediaan infrastruktur akan lebih menjamin kelancaran distribusi komoditas. “Sehingga berdampak pada berkurangnya disparitas di masyarakat,” tutupnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas