Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu 2019

PKPI Hendropriyono Persoalkan Klaim Kubu Haris Sudarno

Imam mengatakan, Haris bukan hanya tak punya legalitas mengklaim PKPI, tapi juga sudah menjadi pengurus partai lain.

PKPI Hendropriyono Persoalkan Klaim Kubu Haris Sudarno
Tribunnews.com/Glery Lazuardi
Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) AM Hendropriyono beserta fungsionaris partai di Pengadilan TUN Jakarta Timur. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Imam Anshori Saleh mempersoalkan Haris Sudarno Cs yang masih mengklaim sebagai pengurus sah partai yang didirikan Try Sutrisno dan mendiang Edi Sudradjat itu.

Imam mengatakan, Haris bukan hanya tak punya legalitas mengklaim PKPI, tapi juga sudah menjadi pengurus partai lain.

"Dia kan sudah resmi masuk pengurus DPP Golkar. Kok tiba-tiba membuat pernyataan bahwa dualisme di PKPI masih belum berakhir. Itu seperti orang yang memgigau dalam tidur," kata Imam melalui pesan singkat ke wartawan, Rabu (18/4/2018).

Sebelumnya Haris menggelar jumpa pers di Jakarta, Selasa (17/4) siang. Dalam kesempatan itu, Haris mengaku masih sebagai ketua umum PKPI.

Baca: KPU Tetapkan PKPI Sebagi Partai Peserta Pemilu 2019

Namun, Imam menepis klaim Haris. Merujuk surat kepurusan (SK) menteri hukum dan hak asasi manusia (Menkumham) serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) maka PKPI yang sah dan diakui hanya pimpinan AM Hendropriyono.

Bahkan, KPU sudah menetapkan PKPI pimpinan Hendro sebagai peserta Pemilu 2019 dengan nomor urut 20.

"Haris dan kawan-kawannya ngotot menggugat ke Bawaslu tapi ditolak juga, karena yang dinilai sah ya PKPI kami," kata Imam.

Selain itu, kata Imam, para calon kepala daerah usungan PKPI di Pilkada Serentak 2018 juga diterima KPU. Sedangkan kubu Harus yang mencoba mengajukan calon selalu ditolak KPU di berbagai daerah.

"PTTUN Jakarta juga mengakui PKPI kami. Lalu di mana letak dualismenya?" tanya Imam.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas