Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus First Travel

Andika Surachman Keberatan Tuntutan JPU, Mengaku Tidak Berniat Menipu Calon Jemaah

Direktur Utama Andika Surachman menyampaikan keberatan atas tuntuan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara serta denda Rp

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Direktur Utama Andika Surachman menyampaikan keberatan atas tuntuan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara serta denda Rp 10 Miliar subsider penjara 1 tahun 4 bulan dalam kasus First Travel.

Hal itu disampaikan Andika saat membacakan nota pembelaan pribadi dalam sidang lanjutan First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Rabu (16/5/2018).

"Majelis hakim yang kami muliakan, pak JPU yang kami hormati bahwa berujung pada tuntutan JPU kami merasa sangat keberatan dan kami merasa tidak adil selama persidangan," kata Andika dengan nada tegas.

Andika kemudian melanjutkan bacaan secarik kertas yang berisi tentang nota pembelaannya itu.

Baca: Bisa Balikin Uang Cash Rp 87 Miliar, Siapa Sebenarnya Samadikun?

Dia merasa, apa yang dituduhkan kepada dirinya tidak sesuai dengan fakta persidangan.

Pasalnya, Andika merasa tidak ada niat maupun maksut untuk menipu para calon jemaah.

"Delapan tahun kami menjalankan usaha ini sudah lebih dari 160 ribu jemaah kami berangkatkan jamaah sampai tahun 2017 tidak ada satupun yg tidak saya berangkatkan," kata Andika.

Andika justru menuduh pihak Kementrian Agama sangat ceroboh mencabut izin First Travel yang akhirnya membuat puluhan ribu calon jemaah terlantar.

"Tidak bisa kami bayangkan langkah cerobah Kemenag karena hingaa saat ini pun tidak ada langkah konkrit dari mereka untuk menyelesaikan masalah jamaah," jelas Andika.

Diketahui, dalam persidangan kali ini ketiga terdakwa bos First Travel menyampaikan nota pembelaan atas tuntuntan Jaksa Penutut Umum (JPU).

Diketahui, Direktur Utama Andika Surachman dan Direktur Anniesa Hasibuan ditutuntut oleh JPU dengan hukuman 20 tahun penjara serta denda Rp 10 Miliar subsider penjara 1 tahun 4 bulan

Baca: Selama 4 Hari Pemerintah Gratiskan Perjalanan Solo-Kutoarjo Gunakan KA Solo Express

Sementara, adik Anniesa, Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan selaku Direktur Keuangan, dituntut oleh JPU sedikit lebih rendah, yakni 18 tahun penjara dengan denda Rp 5 Miliar subsider 1 tahun penjara.(*)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Samuel Febrianto
  Loading comments...

Berita Terkait :#Kasus First Travel

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas