Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Terorisme

Mabes Polri Tegaskan Teror Bom Bukan Rekayasa

Polri menegaskan teror bom bukan rekayasa atau pengalihan isu seperti kabar yang menyebar di media sosial.

Mabes Polri Tegaskan Teror Bom Bukan Rekayasa
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (kiri) didampingi Anjak Madya Divisi Humas Polri Kombes Pol Slamet Pribadi (kanan) memberikan keterangan pers mengenai penyergapan teroris, di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (13/5/2018). Tim Densus 88 menembak empat terduga teroris anggota Jamaah Anshorut Daulah (JAD) saat dilakukan penyergapan di Terminal Pasir Hayam, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat, pada (13/5/2018) dini hari. Para terduga teroris itu tewas dalam baku tembak dengan petugas. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri menegaskan teror bom bukan rekayasa atau pengalihan isu seperti kabar yang menyebar di media sosial.

Teror bom adalah realitas yang direncanakan para pelaku dengan berbagai alasan.

"Saya ingin berkata bahwa bom-bom yang terjadi tidak ada rekayasa. Siapa yang mau merekayasa mengebom orang sampai ususnya terburai kemudian dagingnya terpisah kecil-kecil tersebar kemana-mana, " ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto dalam acara seminar di Jakarta, Selasa (22/5/2018).
Setyo sendiri pernah melihat langsung perbuatan yang dia sebut keji tersebut.

Misalnya saat terjadi peristiwa bom J.W. Marriott Jakarta pada 2009 lalu. Ia adalah salah satu anggota Polri yang lebih dulu tiba di tempat kejadian perkara (TKP).

Baca: Dalam Sepekan, Polri Tangkap 74 Terduga Teroris, 14 Orang Tewas

Saat itu saat Setyo masih bertugas di Polda Metro Jaya, ia mendapatkan kabar ada ledakan bom di Hotel JW Marriott. Setyo lantas menuju TKP, namun jalan di area Kuningan ditutup.

"Kebetulan di mobil saya ada sepeda lipat, saya naik sepeda (ke Hotel JW Marriott)," kata dia.

Sesampainya di lokasi, Setyo melihat kondisi yang memilukan.

Korban bergelimpangan, bahkan ia melihat sendiri potongan-potongan tubuh manusia yang hancur akibat ledakan bom yang dahsyat.

Tak hanya di J.W. Marriott, saat ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur terjadi pada 2017 lalu, Setyo juga salah satu pejabat Polri yang datang ke lokasi kejadian.

Saat itu ia kembali diperlihatkan dampak teror tersebut.

Apa yang ia lihat tak jauh berbeda dengan yang terjadi di Hotel J.W. Marriott.

Melihat kondisi yang ada di lapangan ia tegaskan bahwa teror bukan rekayasa.

Apalagi kata dia, dampak dari teror bom sangat besar.

Mulai dari menimbulkan keresahan masyarakat hingga timbulnya rasa saling curiga di masyarakat sampai jatuhnya korban jiwa.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polri Tegaskan Teror Bom Bukan Rekayasa "
Penulis : Yoga Sukmana

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Kasus Terorisme

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas